Emas dan Perak melonjak di tengah ketidakpastian geopolitik – ING
Harga Emas dan Perak Melonjak di Tengah Ketidakpastian Global
Harga emas telah melonjak melewati $4.455 per ons, sementara perak telah melampaui $77 per ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela dan ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas mendorong lonjakan permintaan terhadap aset safe-haven. Menurut analis ING Ewa Manthey dan Warren Patterson, akuisisi besar-besaran oleh bank sentral serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih akomodatif memberikan dukungan kuat bagi emas. Sementara itu, perak mendapatkan keuntungan dari perannya yang ganda sebagai aset safe-haven dan logam industri utama.
Bank Sentral Mendorong Kenaikan Emas di Tengah Pergeseran Kebijakan
Baik emas maupun perak mengalami momentum kenaikan karena investor mencari perlindungan dari risiko geopolitik dan ekonomi yang meningkat. Perhatian baru terhadap Venezuela, setelah penahanan Maduro oleh AS baru-baru ini, telah meningkatkan minat pada logam mulia. Tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga lanskap geopolitik stabil atau arah kebijakan menjadi lebih jelas.
Harga emas naik lebih dari 2,5%, menembus di atas $4.455 per ons, sementara perak melonjak lebih dari 5% untuk diperdagangkan di atas $77 per ons selama sesi perdagangan hari Senin.
Pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, ditambah dengan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter di akhir tahun, semakin memperkuat harga emas. Perak juga mendapat keuntungan dari statusnya sebagai aset safe-haven serta permintaan industri yang kuat, terutama di sektor seperti elektrifikasi dan energi surya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Obligasi jangka panjang AS dijual karena harga minyak naik dan tekanan fiskal, imbal hasil 30 tahun naik ke level tertinggi hampir 20 tahun.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS secara umum naik pada hari Senin. Seiring dengan kenaikan kembali harga minyak internasional, kekhawatiran investor terhadap inflasi yang terus tinggi, defisit anggaran AS yang membengkak, dan peningkatan pasokan utang pemerintah semakin meningkat.

Saham AS Overnight | AS, Jepang, dan Inggris mengurangi kepemilikan obligasi AS pada bulan Juni, tiga indeks utama ditutup turun, Sandisk (SNDK.US) naik hampir 9%
Pada penutupan, Indeks Dow Jones turun 272,39 poin atau 0,51% menjadi 53.460,02 poin; Indeks S&P 500 turun 40,39 poin atau 0,52% menjadi 7.745,37 poin; Indeks Komposit Nasdaq turun 84,25 poin atau 0,32% menjadi 26.644,91 poin.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 30 tahun capai level tertinggi sejak 2007, penerbitan obligasi investasi grade AS pada Agustus catat rekor tertinggi untuk periode yang sama
Pada hari Senin, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun sempat menembus 5,31%. Perusahaan menerbitkan obligasi dalam skala besar untuk mendukung tren AI, memperparah ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar obligasi berdurasi panjang. Pada bulan Agustus, total penerbitan obligasi korporasi berperingkat investasi di AS telah mencapai 145,2 miliar dolar AS, melampaui rekor bulanan 136 miliar dolar AS yang dicapai pada Agustus 2020. Pada saat yang sama, defisit fiskal tahunan pemerintah AS yang hampir mencapai 2 triliun dolar AS terus meningkatkan pasokan obligasi pemerintah.

