Pada hari pertama minggu baru, Bitcoin, bersama dengan tren pasar Asia dan global, melonjak di atas $93.000, menandai salah satu pergerakan harga kuat pertama di tahun ini. Pada saat yang sama, cryptocurrency utama lainnya seperti Ethereum ikut naik bersama Bitcoin, dan pasar kripto memasuki fase di mana investor mulai memposisikan ulang portofolio mereka. Para analis mencatat bahwa perkembangan geopolitik sangat memengaruhi pergerakan harga karena pasar tradisional masih tutup, menyoroti minat dan selera risiko yang kembali muncul di pasar global.
Harga Cryptocurrency Melonjak saat Pasar Global Bereaksi dengan Cepat
Selera Risiko Global Mendukung Cryptocurrency
Sekitar pukul 04.00 TSI, Bitcoin naik lebih dari 2% mencapai $93.204. Selama periode ini, Ethereum naik ke $3.194, sementara cryptocurrency utama lainnya seperti XRP, BNB, dan Solana mencatat kenaikan antara 2% hingga 5%. Menurut analis Presto Research, Min Jung, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada cryptocurrency, karena pasar saham Asia seperti indeks Kospi Korea Selatan dan Nikkei Jepang juga naik lebih dari 2%.
Jung mencatat bahwa di minggu pertama tahun baru, para investor sedang merombak portofolio mereka, melihat Bitcoin pada level harga saat ini sebagai titik masuk yang menarik. Faktor geopolitik berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar global, dan cryptocurrency kini muncul sebagai alat yang cepat menyerap fluktuasi tersebut.
Nick Ruck, Direktur LVRG Research, menyatakan bahwa ketika dunia bisnis kembali beraktivitas setelah liburan, minat investor kembali hidup, dengan akumulasi institusional yang terus berlanjut selama fase konsolidasi ini. Ruck percaya bahwa level $95.000 merupakan ambang teknikal yang sangat penting untuk Bitcoin dalam jangka pendek.
Perkembangan di Venezuela Mempengaruhi Dinamika Pasar
Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan yang berpusat di Venezuela. Kepala Analis CoinEx Research, Jeff Ko, menyoroti bahwa operasi AS di Venezuela, khususnya yang memengaruhi sektor energi, diperkirakan akan berdampak global. Diketahui bahwa pemimpin Venezuela yang digulingkan, Nicolás Maduro dan istrinya, dibawa ke New York setelah operasi militer AS di Caracas.
Setelah insiden ini, terjadi penurunan tipis pada harga minyak mentah AS dan Brent. Risiko di Timur Tengah juga kembali disorot. Ko menyarankan bahwa dengan pasar tradisional yang tutup, cryptocurrency menjadi area likuiditas utama yang menyerap arus berita, dengan lonjakan harga mencerminkan sentimen positif terhadap aset berisiko.
Kenaikan pesat ini juga memicu gelombang likuidasi besar dalam waktu singkat. Data Coinglass menunjukkan bahwa sekitar $141 juta posisi ditutup dalam empat jam terakhir, yang sebagian besar terdiri dari posisi short. CIO Kronos Research, Vincent Liu, menyebutkan bahwa investor secara ketat memantau risalah pertemuan Fed yang akan datang dan klaim pengangguran AS, dengan prospek makroekonomi memainkan peran penentu dalam keberlanjutan harga.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pengiriman di Selat Hormuz Hampir Terhenti! Energi Timur Tengah Mencari Jalan Keluar, Pemasok LNG Jarang Melakukan Transfer Kapal ke Kapal
Meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran penting masih berlangsung, para pemasok tetap berupaya memastikan bahan bakar dari wilayah Teluk Persia terus dikirim ke pasar global.

Seberapa agresif valuasi IPO Anthropic? Wall Street bertaruh: pendapatan akan melonjak menjadi 200 miliar dolar AS pada tahun 2028
Anthropic sedang mempersiapkan untuk go public. Wall Street menjadikan proyeksi pendapatan tahun 2028 sekitar 200 miliar dolar sebagai patokan utama penilaian, bukan kinerja saat ini. Pendapatan tahunan perusahaan tumbuh pesat, namun investasi besar dalam AI membuat laba masih jauh dari tercapai. Pasar menggunakan valuasi perusahaan pertumbuhan tinggi seperti Palantir dan SpaceX sebagai referensi, bertaruh bahwa di masa depan Anthropic dapat mencapai efek skala dan mengubahnya menjadi keuntungan. Namun, logika valuasi tinggi ini masih harus diuji oleh pasar.
Amazon AWS—Jalan Menuju Pendapatan Triliunan Dolar
Morgan Stanley memperkirakan bahwa kapasitas daya AWS akan meningkat dari 14GW pada tahun 2025 menjadi 120GW pada tahun 2035. Jika efisiensi monetisasi daya mencapai 12 dolar AS per watt, pendapatan AWS diperkirakan akan melampaui 1 triliun dolar AS. Seiring dengan pertumbuhan skala bisnis, margin keuntungan bisnis AI-nya kemungkinan akan mengikuti jalur ekspansi bisnis inti cloud, dengan margin EBIT jangka panjang yang diharapkan mencapai sekitar 30%.
Kartu truf sebelum badai: "Dewa Saham AI" mengalami likuidasi, SA bertaruh besar pada chip penyimpanan, Castle melakukan lindung nilai secara menyeluruh, dan Jane Street tetap mengalami kerugian triliunan meski telah melakukan lindung nilai ratusan miliar.
SA, Castle Investment, dan Simple Street baru-baru ini telah merilis laporan kepemilikan kuartal kedua mereka (13F) hingga 30 Juni 2026.

