Pengurangan neraca bukanlah obat mujarab, Deutsche Bank memperingatkan Jepang jadi contoh peringatan
⑴ Strategi Deutsche Bank mempertanyakan pendekatan pemangkasan neraca (quantitative tightening) yang diusulkan oleh ketua Federal Reserve, Wosh, dengan alasan bahwa hanya mengandalkan penjualan obligasi mungkin tidak akan mengencangkan kondisi keuangan seperti yang diharapkan, bahkan bisa mengulangi pengalaman Jepang.⑵ Bank sentral Jepang pernah menerapkan kebijakan quantitative tightening yang lebih agresif, dengan membiarkan banyak obligasi pemerintah jatuh tempo tanpa diperbarui. Laju pemangkasan neraca mereka adalah yang tercepat di antara negara-negara G10, namun yen terus mengalami depresiasi sejak 2012, membuktikan bahwa pemangkasan neraca tidak selalu mendukung nilai tukar domestik.⑶ Kepala riset forex Deutsche Bank, Saravelos, menekankan bahwa agar pemangkasan neraca bisa memberikan efek positif pada mata uang, harus disertai kenaikan nyata pada yield obligasi jangka pendek. Jika hanya mengandalkan jatuh tempo alami obligasi jangka menengah dan panjang, efeknya akan sangat berkurang.⑷ Kontradiksi yang lebih besar adalah, tekad Wosh untuk mempersempit neraca kemungkinan besar bertentangan secara langsung dengan kebijakan Trump yang menjaga suku bunga rendah. Dengan defisit fiskal yang terus melebihi 6% dari GDP, menekan suku bunga untuk mengendalikan biaya bunga bisa menjadi pilihan yang terpaksa, yang justru bertolak belakang dengan arah pengetatan Wosh.⑸ Saravelos juga berpendapat bahwa skala kepemilikan obligasi Amerika oleh Federal Reserve saat ini tidak berlebihan, sehingga efektivitas pemangkasan neraca dalam menahan inflasi mungkin telah dinilai terlalu tinggi. Jika Wosh tetap menjadikan hal ini sebagai garis utama kebijakan, Deutsche Bank melihatnya sebagai sinyal bearish struktural bagi dollar.⑹ Pengalaman Jepang menunjukkan, pemangkasan neraca yang terlalu cepat malah bisa memperkuat kerentanan ekonomi. Pergerakan nilai tukar pada akhirnya ditentukan oleh bentuk kurva yield dan sinergi kebijakan fiskal, bukan sekadar perubahan skala aset. Apakah agenda pemangkasan Wosh bisa mendapat dukungan dari cabang eksekutif masih belum diketahui.⑺ Fokus pasar selanjutnya akan bergeser pada tingkat perbedaan pendapat internal Federal Reserve terkait laju pemangkasan neraca, serta apakah koordinasi antara rencana penerbitan obligasi Departemen Keuangan dan operasi bank sentral berjalan mulus. Faktor-faktor ini bersama-sama akan menjadi logika dasar yang menentukan arah dollar dalam jangka menengah.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!