Perusahaan Raksasa yang Terdaftar di Bursa Saham AS Umumkan Peningkatan Cadangan Bitcoin! Berikut Rinciannya
Hyperscale Data, sebuah perusahaan yang diperdagangkan di bursa saham Amerika Serikat, mengumumkan bahwa mereka telah secara signifikan meningkatkan cadangan Bitcoin mereka. Perusahaan yang terdaftar di NYSE American dengan simbol ticker GPUS ini memiliki 532,7 Bitcoin per 2 Januari 2026. Aset kasnya dilaporkan sekitar $43,1 juta.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa per 4 Januari 2026, kepemilikan Bitcoin Hyperscale Data saat ini dan kas yang dialokasikan untuk pembelian Bitcoin akan bernilai sekitar $80,2 juta, dihitung berdasarkan harga pasar pada hari itu.
Angka ini menunjukkan pendekatan strategis perusahaan terhadap aset digital dan posisinya terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang.
Terungkap bahwa sebagian besar kepemilikan Bitcoin disimpan melalui anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan. Sesuai dengan itu, Sentinum, anak perusahaan yang dimiliki 100%, memegang sekitar 524,7 Bitcoin.
Dari jumlah tersebut, 84,46 Bitcoin diperoleh melalui aktivitas penambangan, sementara 440,23 Bitcoin dibeli dari pasar terbuka. Afiliasi lainnya, ACG, memegang 8 Bitcoin, semuanya diperoleh melalui pembelian di pasar.
Manajemen Hyperscale Data bertujuan untuk lebih meningkatkan cadangan Bitcoin di neraca mereka pada tahap berikutnya. Rencana jangka menengah perusahaan adalah meningkatkan nilai total aset Bitcoin dan sumber daya yang dialokasikan untuk aset tersebut menjadi $100 juta. Para ahli mencatat bahwa peningkatan akumulasi Bitcoin oleh perusahaan publik menandakan bahwa adopsi institusional semakin cepat.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Badai utang global mengamuk, penetapan harga aset berisiko menghadapi uji tekanan
Badai obligasi global melanda: imbal hasil obligasi jangka panjang AS, Jepang, dan Jerman melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Gelombang penerbitan obligasi AI dan kebangkitan kembali inflasi menekan "jangkar penetapan harga" aset.


Dari "Disrupsi AI" menjadi "Katalis AI", logika saham keamanan siber telah berubah
Pasar sebelumnya khawatir bahwa AI akan melemahkan keunggulan perusahaan keamanan jaringan, tetapi sekarang agen AI telah memunculkan serangan yang lebih kompleks dan cepat, justru memperluas area serangan perusahaan serta memaksa kemampuan keamanan untuk meningkat seiring dengan penerapan AI. Keamanan jaringan pun bertransformasi dari pengeluaran defensif menjadi infrastruktur dasar untuk penerapan AI berskala besar; logika permintaan, valuasi sektor, dan kinerja ETF semuanya mengalami dorongan signifikan, sehingga pasar sedang menilai ulang prospek pertumbuhannya.
Setelah pasar saham Eropa naik tajam, analis strategi JPMorgan menyarankan untuk beralih ke "penempatan selektif": sektor keuangan dan industri menjadi pilihan utama
Setelah lonjakan pasar saham Eropa, para ahli strategi di JPMorgan mulai lebih fokus pada investasi yang selektif.

