Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
OPEC+ berencana untuk menghentikan penambahan produksi setelah September, menyatakan akan mengevaluasi dampak perang Iran terhadap pasokan

OPEC+ berencana untuk menghentikan penambahan produksi setelah September, menyatakan akan mengevaluasi dampak perang Iran terhadap pasokan

华尔街见闻华尔街见闻2026/07/29 03:01
Tampilkan aslinya
Oleh:华尔街见闻

Menurut laporan media, OPEC+ berencana untuk meningkatkan kuota produksi minyak untuk bulan September sebesar 188.000 barel per hari pada 2 Agustus, dan tidak ada rencana untuk peningkatan produksi lebih lanjut selama sisa tahun ini. Para perwakilan menyatakan bahwa ketidakpastian mengenai tingkat kerugian pasokan minyak akibat perang Iran menambah kesulitan bagi OPEC+ dalam merumuskan kebijakan produksi.

Seiring aliansi negara penghasil minyak terus mengevaluasi dampak perang Iran terhadap perubahan cepat pasokan minyak global, OPEC+ diperkirakan akan menghentikan peningkatan kuota produksi setelah menyelesaikan kenaikan terakhir pada bulan September.

Menurut Bloomberg yang mengutip dua perwakilan, OPEC+ saat ini berencana untuk menyetujui suatu perjanjian dalam rapat daring pada 2 Agustus untuk menaikkan kuota produksi minyak bulan September sebesar 188.000 barel per hari. Kenaikan produksi ini akan menyelesaikan putaran kenaikan produksi saat ini, dan OPEC+ tidak memiliki rencana lebih lanjut untuk meningkatkan produksi sepanjang sisa tahun ini. Namun, pengaturan konkret bisa saja disesuaikan sesuai perubahan situasi.

Selama beberapa bulan terakhir, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) secara bertahap meningkatkan jumlah minyak yang boleh diproduksi oleh negara-negara anggotanya, dan telah menetapkan peta jalan pada bulan Mei tahun ini untuk melanjutkan langkah kenaikan produksi hingga September.

Namun kenyataannya, perang Iran membuat rencana kenaikan produksi ini lebih bersifat simbolis, karena negara anggota utama di Timur Tengah terpaksa mengurangi sebagian produksi dan ekspor mereka.

Selama masa perang, Iran terus menyerang kapal tanker minyak di Selat Hormuz, menyebabkan ketidakpastian tentang jumlah kehilangan pasokan minyak, sehingga meningkatkan kesulitan OPEC+ dalam menetapkan kebijakan produksi, sekaligus memperkuat volatilitas harga minyak.

Dalam konflik yang berlangsung secara sporadis ini, harga minyak internasional berfluktuasi hebat. Pekan lalu, harga berjangka minyak Brent sempat menembus $100 per barel, namun setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata, harga minyak turun selama tiga hari berturut-turut dan hingga waktu publikasi tercatat $82 per barel.

OPEC+ berencana untuk menghentikan penambahan produksi setelah September, menyatakan akan mengevaluasi dampak perang Iran terhadap pasokan image 0

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Imbal hasil obligasi AS bertenor 30 tahun capai level tertinggi sejak 2007, penerbitan obligasi investasi grade AS pada Agustus catat rekor tertinggi untuk periode yang sama

Pada hari Senin, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun sempat menembus 5,31%. Perusahaan menerbitkan obligasi dalam skala besar untuk mendukung tren AI, memperparah ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar obligasi berdurasi panjang. Pada bulan Agustus, total penerbitan obligasi korporasi berperingkat investasi di AS telah mencapai 145,2 miliar dolar AS, melampaui rekor bulanan 136 miliar dolar AS yang dicapai pada Agustus 2020. Pada saat yang sama, defisit fiskal tahunan pemerintah AS yang hampir mencapai 2 triliun dolar AS terus meningkatkan pasokan obligasi pemerintah.

华尔街见闻2026/08/17 19:21

Nvidia investasi 1,5 miliar dolar AS untuk membeli saham SB Energy, mengamankan 8GW daya komputasi AI, OpenAI akan menjadi satu-satunya penyewa

Nvidia sedang memperluas batas persaingan dari GPU dan server ke tanah, listrik, dan konstruksi pusat data AI. Perusahaan bekerja sama dengan SB Energy untuk mengembangkan pusat data AI berskala besar 8GW di Ohio, serta berinvestasi sebesar 1,5 miliar dolar untuk memberikan dukungan kredit dalam pembiayaan infrastruktur. OpenAI menjadi satu-satunya penyewa. Langkah ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga menjadi pengelola infrastruktur AI dengan mengamankan sumber daya LPS terlebih dahulu untuk menjamin permintaan GPU multi-generasi di masa depan.

华尔街见闻2026/08/17 13:56