Perbedaan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Semakin Intens: JPMorgan Bertaruh Tidak Akan Ada Kenaikan Suku Bunga Selama Setahun, Deutsche Bank Memperingatkan Pengurangan Neraca atau Penekanan Dolar
BlockBeats News, 20 Juli, pasar menunjukkan perbedaan yang jelas terkait jalur kebijakan moneter The Fed di masa depan. Mantan Presiden The New York Fed, Dudley, meyakini bahwa tekanan untuk kenaikan suku bunga pada musim gugur mungkin muncul kembali, sementara Morgan Stanley memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini. Deutsche Bank memperingatkan bahwa jika The Fed beralih ke kebijakan pengetatan melalui pengurangan neraca, dolar bisa menghadapi tekanan berkelanjutan.
Dudley menekankan bahwa meskipun harga bensin baru-baru ini menurun, inflasi inti membaik, dan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga dalam jangka pendek, masih ada empat alasan utama untuk menjaga kebijakan tetap agak ketat.
Pertama, tingkat pengangguran di Amerika Serikat tetap mendekati level pekerjaan penuh, dan tingkat inflasi inti masih berada pada kisaran 2,4%-3,3%, sehingga diperlukan pembatasan permintaan yang berkelanjutan. Kedua, lingkungan keuangan saat ini belum benar-benar mengetat, dengan indeks kondisi keuangan The Fed menunjukkan bahwa lingkungan pasar masih bersifat stimulatif. Ketiga, ekspansi industri AI dapat mendorong kenaikan harga pada bidang seperti listrik dan chip, sehingga menambah tekanan inflasi. Keempat, The Fed sudah lama gagal menurunkan inflasi ke target 2%, yang menantang kredibilitas kebijakannya.
Di sisi lain, Kepala Ekonom AS Morgan Stanley, Michael Gapen, percaya bahwa The Fed sangat mungkin tidak mengubah suku bunga sepanjang tahun, dan ia memperkirakan hanya akan ada dua penurunan suku bunga setelah inflasi turun pada 2027.
Lembaga tersebut menilai bahwa dampak tarif terhadap harga kian berkurang, inflasi perumahan terus menurun, meredanya situasi Iran mendorong harga minyak turun, dan pasar tenaga kerja yang mendingin juga mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga. Morgan Stanley menyatakan bahwa pengetatan pasar sendiri sudah setara sekitar 4 kali kenaikan suku bunga 25 basis poin, sehingga The Fed tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut.
Deutsche Bank tengah memfokuskan perhatian pada kemungkinan The Fed memperkecil neraca keuangannya. Kepala forex bank tersebut, George Saravelos, menyampaikan bahwa jika The Fed memilih pengurangan neraca keuangan dibandingkan kenaikan suku bunga, hal ini dapat berdampak negatif pada dolar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Castle Securities: The Federal Reserve's "stand by" raises concerns, long-term US bond yields approach 20-year highs, increasing market risk
Castle Securities menyatakan bahwa Federal Reserve yang enggan untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut meskipun inflasi tetap jauh di atas target, menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang bertahan di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan hal ini dapat membawa risiko berkelanjutan bagi pasar keuangan yang lebih luas.

Situasi di Timur Tengah kembali memanas! Trump menolak untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata 60 hari antara Amerika dan Iran, serta memperingatkan Oman agar tidak “menghalangi dari tengah”.
Presiden Amerika Serikat, Trump, pada hari Senin menyampaikan pernyataan keras terkait situasi di Iran dan kawasan Teluk.

Dikabarkan pendapatan tahunan Anthropic telah melampaui 65.0 billion USD, meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibanding akhir tahun lalu.
Pendapatan perusahaan rintisan kecerdasan buatan Anthropic terus meningkat dengan pesat.

Kekhawatiran terhadap belanja modal AI mereda, saham penyimpanan seperti Micron dan SanDisk mendapatkan revaluasi, mendorong indeks chip kembali ke pasar bullish.
Micron naik 17,5% dalam lima hari, Western Digital naik hampir 9% pada hari Senin, dan bear market pada Indeks Philadelphia Semiconductor hanya berlangsung selama 21 hari, yang merupakan periode terpendek sejak Maret 2020. Analisis menunjukkan bahwa data keuangan cemerlang yang baru-baru ini diungkapkan oleh Anthropic dan OpenAI menjadi katalis paling penting bagi saham chip saat ini, dengan permintaan chip AI semakin terlihat jelas.
