Chanos, "Big Short": Di pasar bullish, orang-orang bersedia membayar premium untuk janji, sedangkan di pasar bearish mereka harus mendiskon sesuai kenyataan.
Gronghui, 20 Juli – Jim Chanos, pendiri Chanos & Co. sekaligus legenda short seller Wall Street, secara blak-blakan mengatakan bahwa gelombang investasi infrastruktur AI (kecerdasan buatan) kali ini menjadi yang tercepat dan terbesar dalam sejarah dalam hal kecepatan serta skala masuknya modal. Namun, hingga kini logika ekonomi yang menopang tren ini belum terbukti, sehingga menimbulkan kekhawatiran. Saat ini, pasar sedang memainkan permainan “impian dibanding realita”, di mana investor bersedia membayar lebih mahal atas janji-janji yang digambarkan oleh perusahaan, tanpa terlalu mempedulikan apakah angka-angka itu dapat dicapai secara nyata. Ia memperingatkan, belanja modal bernilai ratusan miliar dolar AS saat ini dibangun di atas harga spot jangka pendek, namun malah digunakan untuk mendukung keputusan investasi aset selama dua puluh tahun, yang mana terjadi masalah mismatch jangka waktu yang mendasar. Argumen inti Chanos adalah, efisiensi modal para pemain cloud berskala ultra besar secara sistematis terus menurun, dan hal ini dalam 12 hingga 18 bulan ke depan akan memaksa para pelaku industri melakukan pergeseran strategi yang sesungguhnya. Berdasarkan perhitungannya, untuk Google, Meta, Amazon, Microsoft, dan Oracle, tingkat pengembalian investasi modal tambahan telah turun dari sekitar 40% satu setengah tahun lalu menjadi sekitar 20% saat ini; jika pertumbuhan belanja modal masih belum melambat, angka tersebut bahkan dapat turun lebih jauh ke 10%. Chanos mengatakan, “Ketika saat itu tiba, tim manajemen perusahaan-perusahaan ini akan dihadapkan pada pertanyaan nyata: apakah kita harus terus membakar uang seperti ini, atau lebih baik membeli obligasi negara saja?” Ia memprediksi, momen konfrontasi ini bisa muncul secepat-cepatnya antara akhir 2026 hingga 2027, dan saat itu tidak lagi dapat dihindari. Ia menyimpulkan pengamatannya terhadap logika penentuan harga pasar saat ini dengan satu kalimat: Di bull market, orang bersedia membayar mahal untuk sebuah janji; di bear market, orang hanya mau membayar harga diskon berdasarkan realita. Jelas sekarang kita berada pada yang pertama. Apakah akan beralih ke yang kedua? Saya tidak tahu.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!