Membeli saat anjlok, menjual saat rebound: investor ritel Korea menjual senilai 5,1 triliun won dalam dua hari, kehilangan kenaikan besar Samsung dan SK Hynix
Menurut laporan Jinse Finance, setelah bursa saham Korea mengalami "Black Monday" dan kemudian dengan cepat pulih, para investor individu yang sebelumnya telah melakukan aksi beli besar-besaran pada saham unggulan semikonduktor justru mengalami fenomena "membeli saat anjlok, keluar saat rebound". Berdasarkan data dari Bursa Korea, investor ritel Korea secara total membeli saham Samsung Electronics dan SK hynix sekitar 3,89 triliun won Korea, dengan Samsung Electronics tercatat net buy sebesar 1,10 triliun won Korea dan SK hynix net buy sebesar 2,79 triliun won Korea. Pada hari itu, harga saham kedua perusahaan anjlok masing-masing sebesar 10,7% dan 15,37%, dengan investor ritel mengambil alih saham yang dijual oleh investor asing dan institusi. Namun, seiring rebound saham-saham semikonduktor, investor ritel dengan cepat beralih menjadi penjual.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Ekspektasi kenaikan suku bunga dan kekhawatiran fiskal menekan, imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 30 tahun.
Harga obligasi Jepang turun.

Apakah masa-masa baik perusahaan mobil Jepang akan berakhir? Konflik bersenjata di Iran dan rebound yen dapat menjadi pukulan ganda
Produsen mobil Jepang semakin merasakan tekanan ganda dari dampak meluasnya konflik Iran dan penguatan nilai tukar yen.


Royal Bank meningkatkan target harga Snowflake menjadi 372 dolar AS
