Ahli Strategi Wells Fargo: Risiko Intervensi yang Meningkat Menyarankan Short Taktis pada USD/JPY
Para ahli strategi Wells Fargo menunjukkan bahwa lingkungan makro semakin menguntungkan bagi otoritas Jepang untuk mengambil langkah intervensi guna mendukung yen, dan merekomendasikan posisi jual taktis pada USD/JPY dalam beberapa minggu mendatang. "Lingkungan pasar saat ini cukup menarik, dengan Amerika Serikat mendekati musim liburan dan posisi long pada USD/JPY yang terlalu penuh. Selain itu, interaksi terbaru antara pejabat Amerika Serikat dan Jepang menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan dan Bank of Japan telah mendapat lampu hijau untuk melakukan intervensi," tulis Erik Nelson, ahli strategi makro Wells Fargo, pada hari Kamis. Wells Fargo merekomendasikan untuk menjual USD/JPY dengan target 155,80 dan stop-loss di 163,20. Agar dolar dapat menguat lebih lanjut, "The Fed perlu menaikkan suku bunga pada bulan Juli, yang kami nilai sebagai ambang yang sangat tinggi," ujar Nelson. (Bloomberg)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kapan penurunan surat utang Amerika Serikat akan berhenti?


Castle Securities: The Federal Reserve's "stand by" raises concerns, long-term US bond yields approach 20-year highs, increasing market risk
Castle Securities menyatakan bahwa Federal Reserve yang enggan untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut meskipun inflasi tetap jauh di atas target, menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang bertahan di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan hal ini dapat membawa risiko berkelanjutan bagi pasar keuangan yang lebih luas.

Situasi di Timur Tengah kembali memanas! Trump menolak untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata 60 hari antara Amerika dan Iran, serta memperingatkan Oman agar tidak “menghalangi dari tengah”.
Presiden Amerika Serikat, Trump, pada hari Senin menyampaikan pernyataan keras terkait situasi di Iran dan kawasan Teluk.

