Ekspor minyak Arab Saudi mendekati tingkat sebelum perang
Golden Ten Data melaporkan pada 2 Juli bahwa sejak Arab Saudi memulai kembali aktivitas bongkar muat kapal tanker di Teluk Persia, volume ekspor minyak mentahnya melonjak hingga mendekati level sebelum perang. Hal ini semakin membuktikan bahwa setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran tercapai, pasokan minyak dari negara-negara penghasil minyak di wilayah tersebut mulai pulih. Data pelacakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa dalam enam hari hingga Rabu, volume pengiriman minyak mentah harian Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mencapai 6,3 juta barel. Jumlah pengiriman ini sejalan dengan rata-rata tahun 2025, dan hampir mencapai 90% dari volume Februari. Pada Februari lalu, sebelum perang Iran pecah, Arab Saudi dan negara-negara tetangganya di Teluk sempat meningkatkan pasokan minyak secara signifikan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Mengapa saham teknologi "semakin naik semakin murah"? Didukung lonjakan valuasi oleh 80% keuntungan, jika ekspektasi AI gagal akan langsung menjadi mahal
Biasanya, pasar bearish harus menghancurkan harga saham hingga sangat rendah agar saham menjadi lebih murah. Namun, saham teknologi telah menemukan jalan lain.


