Prospek gencatan senjata di Timur Tengah masih tidak jelas, harga emas turun
Golden Ten Data melaporkan pada 26 Maret bahwa pada hari Kamis, harga emas kembali turun setelah naik selama dua hari berturut-turut, sementara para investor menunggu tanda-tanda yang lebih jelas mengenai kemajuan proses pelonggaran situasi di Timur Tengah yang hasilnya dapat mempengaruhi lanskap keuangan dan kebijakan moneter global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat minggu. Pernyataan ini bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Iran sedang meninjau proposal dari Amerika Serikat, tetapi tidak berniat untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri konflik. Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com, menyatakan, "Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, (harga emas) akan sangat bergantung pada reaksi terhadap berita terbaru seputar negosiasi." "Pergerakan besar sebenarnya mungkin akan terjadi pada awal minggu depan, ketika akan semakin jelas apakah Amerika Serikat akan melakukan invasi darat ke Iran pada akhir pekan." Karena kekhawatiran konflik berkepanjangan di Timur Tengah akan makin mengganggu aliran energi, harga futures minyak Brent kembali berada di atas 100 dolar AS per barel.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
JPMorgan Asset Management memperingatkan: Risiko konsentrasi AI menyebar ke pasar obligasi, investor perlu waspada terhadap "crowded trade"
JPMorgan Asset Management memperingatkan bahwa risiko konsentrasi "faktor kecerdasan buatan" telah menyebar dari saham ke sektor pendapatan tetap, yang semakin meningkatkan kebutuhan investor untuk tetap berhati-hati.

Bursa Korea meluncurkan mekanisme sidecar KOSPI
Ketidakpastian yang tinggi dan volatilitas yang rendah

Laporan: Anthropic berencana memberikan hak suara super kepada CEO Amodei
Anthropic berencana memberikan hak suara super kepada CEO Dario Amodei dan para pendiri lainnya, guna memastikan tim pendiri tetap dapat mengendalikan arah perusahaan setelah go public. Karena Amodei hanya memiliki sekitar 2% saham, hak suara super ini dirancang untuk memperkuat kendali. Perusahaan juga akan mempertahankan struktur wali amanat non-pemegang saham, yang memberi mereka hak untuk memilih sebagian besar anggota dewan direksi.
