GoPlus: Skill, yang pernah menduduki puncak daftar unduhan ClawHub, ternyata adalah program trojan, beberapa pengguna sudah mengalami kerugian aset.
Foresight News melaporkan, menurut pemantauan GoPlus, Skill "What Would Elon Do" yang pernah menduduki puncak daftar unduhan ClawHub sebenarnya adalah program trojan. Penyerang menggunakan bot untuk meningkatkan jumlah unduhan dan memanipulasi peringkat agar skill ini menjadi populer, sehingga menarik banyak pengguna untuk menginstalnya.
Setelah Skill berbahaya ini diinstal, ia akan mencuri kunci SSH pengguna, private key dompet kripto, serta cookie browser, dan membangun reverse shell ke server penyerang, yang telah menyebabkan kerugian aset nyata bagi pengguna. Insiden ini mengungkap jalur serangan rantai pasokan baru yang serius dalam ekosistem Skill. GoPlus mengingatkan pengguna untuk berhenti menjalankan OpenClaw tanpa perlindungan.
Selain itu, menurut pengungkapan dari chiefofautism, ditemukan total 1184 Skill berbahaya di seluruh pasar ClawHub, di mana satu penyerang secara mandiri mengunggah 677 paket berbahaya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kapan penurunan surat utang Amerika Serikat akan berhenti?


Castle Securities: The Federal Reserve's "stand by" raises concerns, long-term US bond yields approach 20-year highs, increasing market risk
Castle Securities menyatakan bahwa Federal Reserve yang enggan untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut meskipun inflasi tetap jauh di atas target, menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang bertahan di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan hal ini dapat membawa risiko berkelanjutan bagi pasar keuangan yang lebih luas.

Situasi di Timur Tengah kembali memanas! Trump menolak untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata 60 hari antara Amerika dan Iran, serta memperingatkan Oman agar tidak “menghalangi dari tengah”.
Presiden Amerika Serikat, Trump, pada hari Senin menyampaikan pernyataan keras terkait situasi di Iran dan kawasan Teluk.

