Analis Bitunix: Whale Mempercepat Penjualan, Bukan Panik Tapi Risiko Terletak pada Kekosongan Likuiditas
BlockBeats melaporkan, pada 17 November, data on-chain menunjukkan bahwa beberapa "whale" dengan kepemilikan lebih dari seribu Bitcoin baru-baru ini melakukan penjualan besar-besaran, menyebabkan harga Bitcoin turun dari bawah 100,000 menjadi sekitar 97,000 dolar AS. Tekanan jual juga terlihat di bursa dan pasar derivatif: secara keseluruhan, posisi short whale lebih besar daripada posisi long (data on-chain menunjukkan posisi short sekitar 2.17 miliar dolar AS, posisi long sekitar 1.18 miliar dolar AS), sementara ETF Bitcoin telah mengalami arus keluar bersih selama beberapa minggu berturut-turut, dengan total sekitar beberapa miliar dolar AS dalam lima minggu terakhir, menunjukkan penurunan signifikan pada sisi permintaan. Di pasar derivatif, opsi jual protektif aktif di kisaran 90,000–95,000 dolar AS, menandakan pasar mencari lindung nilai di level rendah. Meskipun penjualan besar-besaran ini sebagian besar merupakan aksi ambil untung oleh pemegang jangka panjang—laporan dari Glassnode dan MarketVector cenderung menyebutnya sebagai "penjualan terencana" daripada likuidasi panik—situasi saat ini tetap mengandung risiko. Kuncinya adalah kedalaman likuiditas: pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, penjualan jangka panjang masih dapat diserap oleh pembeli; namun saat ini, arus keluar dana ETF dan melambatnya alokasi institusi membuat tekanan jual dengan skala yang sama lebih mudah memperbesar volatilitas harga, sehingga memicu reaksi berantai likuidasi.
Dari sisi teknikal dan kesimpulan, level harga penting jangka pendek yang perlu diamati adalah 100,000 dolar AS dan 93,000 dolar AS; jika 93,000 dolar AS benar-benar ditembus, pasar kemungkinan akan menguji zona likuiditas yang lebih dalam. Sebaliknya, jika pembeli aktif (termasuk whale yang sudah diketahui seperti Strategy, dll.) masuk di level rendah dan arus dana ETF stabil, maka rebound struktural pasca deleveraging bisa terjadi.
Pandangan analis Bitunix menyoroti dinamika dompet whale dan transfer besar; arus dana ETF dan pengumuman jual beli institusi; serta perubahan open interest opsi jual (PUT/OI) dan volatilitas implisit di pasar derivatif—jika ketiganya berubah positif secara bersamaan, itu menandakan kembalinya pembeli sejati; jika tidak, arah pasar masih akan ditentukan oleh likuiditas.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
web3: File bajakan "Odyssey" disisipi malware yang mencuri dompet kripto
Oman menjadi "lapisan tengah"! Trump mengancam akan melakukan serangan militer terhadapnya jika menghalangi konflik AS-Iran
Dilaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras dalam wawancara telepon, menyatakan bahwa jika Oman menghalangi militer AS melakukan blokade terhadap kapal Iran di Selat Hormuz, pihak AS akan mengambil tindakan militer terhadap Oman.

Obat baru kelas 1 dari Lilly (LLY.US) memulai uji klinis fase III baru di Tiongkok
Basis data Insight menunjukkan bahwa Brenipatide adalah produk GLP-1 pertama di dunia yang memulai uji klinis fase III untuk depresi.

Rekor tercipta! Mobil listrik pertama Ferrari (RACE.US) Luce terjual seharga 40 juta dolar AS, keunggulan kelangkaan kembali terbukti di pasar
Mobil listrik pertama yang diproduksi oleh Ferrari (RACE.US) terjual seharga 40 juta dolar AS di lelang Sotheby's, mencetak rekor harga tertinggi untuk lelang mobil baru.

