Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Aida S Budiman Tegaskan Stabilitas Fiskal-Moneter Sejalan Buat Pertumbuhan Ekonomi

Aida S Budiman Tegaskan Stabilitas Fiskal-Moneter Sejalan Buat Pertumbuhan Ekonomi

Liputan6Liputan62026/08/26 14:51
Oleh:Liputan6
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman.

Liputan6.com, Jakarta -
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S Budiman mengatakan, pertumbuhan ekonomi bisa didorong atas sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Dua kebijakan itu dipandang sebagai motor penggerak ekonomi.

Aida menerangkan fiskal dan moneter memiliki ruang kebijakan masing-masing. Meski begitu sinergi keduanya menjadi langkah yang penting untuk dijalankan.

"Berbagai macam asumsi seperti sekarang dilakukan pada saat APBN, perlu dilakukan sinergi dengan otoritas moneter, supaya otoritas moneter bisa memahami dan kemudian juga melakukan respons kebijakan yang pas dengan asumsi tadi," kata Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dengan Komisi XI DPR, Rabu (26/8/2026).

Dia juga melihat bagaimana peran penerbitan surat berharga negara dan obligasi global yang berpengaruh pada likuiditas valuta asing (valas) dan rupiah. Diakuinya kebijakan yang diambil moneter dan fiskal memiliki corak yang berbeda.

"Kadangkala, antara otoritas moneter dan otoritas fiskal mempunyai kebijakan yang berbeda. Tapi yang penting adalah tujuannya sama, tadi menuju kepada stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi atau bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

"Suatu saat fiskal-nya bisa harus konsolidasi, moneter-nya bisa melakukan ekspansi, yang penting di sini adalah tadi yang sinergi,"ia menambahkan.

Penajaman Sinergi

Aida S Budiman mengsusung delapan program untuk penguatan bank sentral. Sinergi dengan pemerintah hingga penguatan kebijakan menjadi perhatian utamanya.

 

 

 

8 Program

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)

Aida membagi delapan program itu sebagai satu penguatan sinergi ditambah tujuh penajaman program kerja. Penguatan sinergi yang pertama yakni menyasar pada lima sektor yang menjadi perhatiannya. Yakni, mencakup fiskal-moneter, stabilisasi inflasi, pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan (SSK), struktur ekonkmk, serta persepsi positif.

"Yang satu ini, menjadi penting dilakukan dengan segera, dan akan menjadi landasan kita untuk bisa membangun tadi bagaimana skenario yang lebih positif untuk perekonomian Indonesia. Yang satu yang penting ini adalah sinergi kebijakan nasional dan Bank Indonesia yang dilandasi dengan komunikasi yang efektif," ungkap Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit & proper test) dengan Komisi XI DPR, Rabu, 26 Agustus 2026.

Tujuh Program Kerja

Penguatan sinergi itu diikuti dengan tujuh program kerja yang diperkuat ke depan. Pertama, kalibrasi bauran kebijakan Bank Indonesia. Kedua, reformasi data sesuai arsitektur data global.

"Sekarang di global trend adalah perbaikan kodifikasi data-data supaya nanti bisa digunakan untuk analisa yang lebih digital. Dan ini penting untuk surveillance kita, sehingga kita bisa mengetahui bagaimana optimalisasi penerimaan devisa, dan juga membantu untuk menjaga stabilitas daripada nilai tukar," jelas Aida.

 

 

Memperluas Sumber Pembiayaan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)

Ketiga, kebijakan memperluas sumber pembiayaan. Meski saat ini dinilai sudah cukup variatif, namun pihaknya masih melihat ruang penguatan kedepannya dari sisi perbankan nasional.

Keempat, kebijakan pasar uang dan valuta asing dan diversifikasi mata uang. "Termasuk di sini juga bagaimana BI menggunakan instrumen-instrumen pasar uang yang baru,dan menjadi underlying dari operasi moneter kami," jelas dia.

Pembiayaan Inovatif hingga UMKM

Aida juga mendorong kebijakan sistem pembayaran yang inovatif di poin kelima. Keenam, pengembangan UMKM menuju ekosistem terintegrasi.

"Jadi UMKM tidak saja berdiri sendiri, bisa go-export, tetapi bisa menjadi ke dalam value chain daripada pergerakan produksi yang dilakukan digitalisasi tadi," ucapnya.

Ketujuh, bauran kebijakan kelembagaan. Pada bagian ini, Aida menyoroti upaya meningkatkan proses bisnis agar lebih efisien, ter-digitalisasi dan penguatan SDM.

"Dari pengalaman kemarin pada saat nilai tukar mengalami tekanan, kami harus melakukan pemeriksaan ke bank maupun kepada korporasi dengan pembelian yang besar. Terasa sekali betapa diperlukannya peningkatan SDM yang menguasai tentang pengawasan. Jadi ini adalah 2 hal yang perlu dilakukan dan tentunya nanti terkait dengan tata kelola," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!