Broadcom mencari pendanaan utang lebih dari 60 milyar dolar untuk menyediakan infrastruktur chip kepada perusahaan AI seperti Anthropic.
Broadcom sedang dalam pembicaraan dengan Blackstone dan Apollo, berencana untuk mengumpulkan lebih dari 60 miliar dolar AS utang melalui Special Purpose Vehicle (SPV), dengan total mungkin mencapai 100 miliar dolar AS. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur chip AI seperti yang dijalankan oleh Anthropic. Transaksi ini merupakan kelanjutan dari kerangka kerja "AI XPV Cooperation" yang dibentuk oleh ketiga pihak pada bulan Juni tahun ini.
Broadcom mencari pendanaan lebih dari 60 miliar dolar AS untuk membiayai infrastruktur chip kecerdasan buatan (AI).
Pada 20 Agustus, menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, Broadcom sedang berdiskusi dengan Blackstone dan Apollo Global Management, berencana mengumpulkan utang lebih dari 60 miliar dolar AS untuk sebuah transaksi pendanaan chip AI, dengan penerima manfaat termasuk Anthropic dan perusahaan lainnya.
Menurut laporan, berdasarkan skema yang saat ini sedang dibahas, struktur pendanaan tersebut kemungkinan akan terdiri dari sekitar 60 hingga 70 miliar dolar AS utang senior berjaminan dan sekitar 30 miliar dolar AS utang subordinasi, sehingga total nilai gabungan dapat mencapai hingga 100 miliar dolar AS. Skema pendanaan ini masih dalam negosiasi dan detailnya bisa saja berubah.
Pendanaan kali ini direncanakan akan diterbitkan melalui Special Purpose Vehicle (SPV) dengan Broadcom memberikan jaminan atas sebagian utang senior berjaminan. Jika dana dengan skala besar ini terealisasi, hal tersebut akan memberikan dampak mendalam pada lanskap pendanaan pembangunan infrastruktur AI.
Ketiga pihak sebelumnya telah menjalin kemitraan pada bulan Juni tahun ini untuk bersama-sama mendukung pendanaan infrastruktur komputasi. Transaksi yang diusulkan kali ini serupa dengan model perjanjian utang senilai 35 miliar dolar AS yang telah terealisasi sebelumnya di bawah kerangka kerja sama tersebut, yang juga merupakan proyek perdana kolaborasi "AI XPV" antara ketiga pihak.
Anthropic ingin mengamankan daya komputasi, Broadcom manfaatkan peluang untuk memperbesar pangsa chip
Di balik transaksi pendanaan kali ini, terdapat logika ganda di mana perusahaan AI dan produsen chip masing-masing memiliki kepentingan tersendiri.
Bagi Anthropic, pengembang platform Claude ini semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur komputasi, berupaya mengamankan sumber daya chip lebih awal demi memastikan mereka memiliki kapasitas komputasi yang cukup untuk pelatihan dan inferensi model AI mereka.
Jika pendanaan ini terealisasi dengan lancar, Anthropic dan pihak-pihak lain yang terlibat akan mendapatkan akses ke chip dan infrastruktur AI penting lainnya.
Bagi Broadcom, langkah ini bertujuan memperluas penjualan chip dan perangkat pusat data, serta memperkuat tantangan mereka terhadap Nvidia di pasar yang sangat menguntungkan ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic berencana untuk melampaui SpaceX dan mengejar IPO terbesar dalam sejarah.
Menurut laporan media, Anthropic diperkirakan akan melakukan IPO dengan skala yang dapat menyamai atau bahkan melampaui rekor historis yang dibuat oleh SpaceX; Anthropic paling cepat akan secara terbuka mengajukan dokumen IPO pada akhir bulan ini dan saat ini sedang menghitung besaran dana yang akan dihimpun.
Imbal hasil obligasi AS menjadi "gajah di dalam ruangan", namun para investor pasar saham mengabaikannya.
Sebuah survei dari Bank of America menunjukkan bahwa investor institusi yang disurvei mengalokasikan 56% portofolio mereka ke saham, tingkat tertinggi sejak November 2021. Di antara mereka, "kenaikan imbal hasil obligasi yang tidak teratur" dianggap sebagai ancaman terbesar kedua bagi pasar saham, hanya kalah dari kekhawatiran terhadap gelembung AI. Analisis menyebutkan bahwa saat ini imbal hasil obligasi pemerintah AS masih dalam kisaran yang dapat diterima, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun sebesar 5% dianggap sebagai titik kunci.
Mengapa obligasi AS dijual? Presiden Federal Reserve St. Louis: AI bersaing untuk pendanaan, bukan masalah kredibilitas Federal Reserve
Ketua Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan: "Saat ini terjadi persaingan modal antara pendanaan pemerintah Amerika Serikat dan pembangunan AI. Ekspektasi inflasi masih tetap stabil, dan kredibilitas Federal Reserve tidak diragukan."
