Rupiah dibuka menguat 30 poin atau 0,17 persen ke level 17.810 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di posisi 17.840 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS.
Advertisement
"Rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback guna mendukung likuiditas obligasi jangka panjang," kata Lukman dikutip dari Antara.
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback terhadap obligasi jangka panjang. Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga likuiditas di pasar surat utang AS.
Pelemahan dolar AS kemudian memberikan ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih positif pada perdagangan hari ini.
Keputusan Bank Indonesia
Selain sentimen eksternal, pergerakan rupiah turut dipengaruhi keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate.
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (19/8/2026), BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati arah pergerakan rupiah.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan Kamis.
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang 17.750 hingga 17.850 per dolar AS.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




