Begitu pula dengan cabai merah keriting yang kini merosot ke angka Rp 48.550 per kg. Namun, harga cabai rawit merah terpantau naik dari Rp 67.350 ke Rp 69.450 per kg.
Menurut hasil pantauan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis (20/8/2026), harga bahan pangan protein juga mayoritas mengalami penurunan.
Advertisement
Daging sapi kualitas I kini dibanderol seharga Rp 147.150 per kg, sedangkan daging ayam ras segar dijual seharga Rp 38.300 per kg. Telur ayam juga kini turun ke harga Rp 27.800 per kg.
Simak rincian harga per kategori komoditas:
Harga Cabai dan Bawang
- Cabai Rawit Merah: Dipasarkan seharga Rp 69.450 per kg.
- Cabai Rawit Hijau: Dijual seharga Rp 51.400 per kg.
- Cabai Merah Besar & Keriting: Diberi harga Rp 44.950 dan Rp 48.550 per kg.
- Bawang Merah & Putih: Bawang merah dipasarkan seharga Rp 40.050 per kg, dan bawang putih sedikit lebih mahal di angka Rp 40.800 per kg.
Harga Bahan Pangan Protein
- Daging Sapi: Kualitas 1 di harga Rp 147.150 per kg, sedangkan kualitas 2 dipasarkan seharga Rp 142.450 per kg.
- Daging Ayam Ras Segar: Dipatok Rp 38.300 per kg.
- Telur Ayam Ras Segar: Dijual seharga Rp 27.800 per kg.
Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan
Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi pangan meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 turun menjadi 2,88% secara tahunan dari 3,34% pada Juni 2026. BI menilai risiko gangguan cuaca, termasuk El Nino, dapat memengaruhi pasokan dan harga pangan ke depan.
Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% yoy pada Juli 2026 karena peningkatan pasokan sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi tersebut turut menjaga inflasi umum tetap berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.
"Inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% year-on-year dipengaruhi oleh panen komoditas hortikultura, aneka cabai, dan bawang merah,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).
BI mencatat inflasi inti pada Juli 2026 tetap terkendali sebesar 2,76% yoy. BI juga mencatat inflasi administered prices sebesar 3,58% yoy seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Destry mengatakan, BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. BI akan menjalankan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) bersama pemerintah.
"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS guna menahan inflasi pangan,” ujar Destry.
BI akan mengantisipasi risiko gangguan cuaca terhadap produksi dan distribusi pangan melalui GPIPS. BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan komoditas pangan dan mencegah kenaikan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




