Media asing: Tren altcoin pada tahun 2026 mungkin akan bergantung pada pemulihan ISM
Media asing mengutip pandangan analis bahwa apakah pasar altcoin akan mengalami kenaikan yang lebih luas pada tahun 2026 tidak hanya bergantung pada faktor internal dunia kripto, tetapi juga pada apakah sektor manufaktur Amerika Serikat mengalami pemulihan. Artikel tersebut menyebutkan bahwa dalam beberapa siklus sebelumnya ketika altcoin secara jelas mengungguli Bitcoin, biasanya disertai dengan penguatan indeks ISM manufaktur Amerika Serikat dan turunnya dominasi Bitcoin dengan cepat.
Perputaran kali ini lebih lemah dibanding dua kali sebelumnya
Dari perbandingan historis, tahun 2017 dan 2021 pernah terjadi fase di mana dana secara besar-besaran beralih dari Bitcoin ke altcoin. Pada 2017, dominasi Bitcoin turun dari sekitar 95% menjadi 35%; pada 2021, turun dari sekitar 73% ke 39%.
Tetapi pada 2025, indikator ini hanya turun dari sekitar 66% menjadi 57%. Ini berarti jendela waktu di mana altcoin mengungguli Bitcoin jadi lebih singkat, dan pasar tidak mengalami kenaikan luas seperti sebelumnya.
ISM 58 dianggap sebagai sinyal kunci
Analis menjadikan indeks ISM manufaktur Amerika Serikat sebagai titik observasi penting untuk tren altcoin berikutnya. Menurut analisis mereka, pada tahun 2017 dan sekitar 2020, ketika ISM melewati angka 58, kinerja altcoin relatif terhadap Bitcoin mengalami perbaikan signifikan, dan dominasi Bitcoin turun dengan cepat.
Berbeda dengan itu, sejak 2021, ISM sebagian besar berada di bawah 50, mencerminkan sektor manufaktur yang lesu. Artikel menyatakan bahwa periode ini juga berkorelasi dengan altcoin yang terus tertinggal dari Bitcoin.
Artikel juga menyebutkan bahwa meskipun situasi geopolitik saat ini tegang, harga minyak tinggi, perusahaan melakukan penjualan besar-besaran, serta terjadi insiden pencurian cold wallet sekitar 130 juta dolar AS, namun secara keseluruhan pergerakan Bitcoin tetap relatif kuat. Beberapa analis menafsirkan ini sebagai tekanan jual yang mulai melemah dan pembeli mulai kembali masuk.
Data ekspor Asia dianggap sebagai petunjuk awal
Selain data Amerika Serikat, ekspor Korea Selatan dan harga ekspor Taiwan juga dijadikan indikator awal. Alasannya adalah kedua ekonomi ini memiliki posisi penting dalam rantai pasok semikonduktor dan komponen teknologi, sehingga perubahan ekspor mereka sering digunakan untuk memantau apakah permintaan manufaktur global mulai pulih.

Artikel menyebutkan bahwa baru-baru ini kedua indikator tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Jika tren ini berlanjut, bisa mendorong ISM terus naik dan mendekati level 58, yang pada periode sebelumnya terkait dengan rotasi altcoin yang melebar.
Untuk jenis aset kripto tertentu, analis lebih optimis pada proyek dengan fundamental kuat, bukan kenaikan bersamaan seluruh altcoin. Artikel menyoroti Ethereum dan Solana sebagai aset yang mungkin terdampak positif lebih awal, asalkan tren kenaikan Bitcoin melambat dan preferensi risiko pasar semakin membaik.
Menurut analis lain, kapitalisasi pasar altcoin secara luas saat ini berada di sekitar 161 miliar dolar AS, mendekati zona dukungan 160 miliar hingga 165 miliar dolar AS; jika zona ini bertahan, target kenaikan berikutnya bisa mengarah ke kisaran 320 miliar sampai 340 miliar dolar AS, sementara dukungan paling kuat berada di sekitar 124 miliar dolar AS.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Alphabet (GOOGL.US) melakukan penggalangan dana obligasi pertama dalam mata uang Australia sebesar 3,9 milyar dolar AS, menambah gelombang pembiayaan intensif dari perusahaan teknologi global.
Menurut daftar persyaratan yang dilihat oleh media asing, raksasa teknologi Amerika Serikat Alphabet berhasil mengumpulkan 5,5 milliards AUD (sekitar 3,89 milliards USD) melalui penerbitan obligasi AUD pertamanya, menambah gelombang pembiayaan besar-besaran oleh perusahaan teknologi global.


Novo Nordisk (NVO.US) memulai penelitian klinis Wegovy oral dosis rendah, menargetkan kelompok yang lebih luas untuk penurunan berat badan.
Novo Nordisk sedang menguji versi dosis rendah dari obat penurun berat badan oral andalannya, Wegovy, dalam sebuah studi baru.

