Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Emas ingin kembali naik pada paruh kedua tahun ini? UBS: Harus memenuhi syarat-syarat ini terlebih dahulu...

Emas ingin kembali naik pada paruh kedua tahun ini? UBS: Harus memenuhi syarat-syarat ini terlebih dahulu...

新浪财经新浪财经2026/08/03 02:36
Tampilkan aslinya

Strategis UBS menyatakan bahwa jika Federal Reserve menghindari kenaikan suku bunga lebih lanjut, permintaan investasi pulih, dan bank sentral di berbagai negara mempertahankan tingkat pembelian yang kuat, harga emas kemungkinan akan naik kembali pada paruh kedua tahun 2026.

Hingga penutupan perdagangan Jumat lalu, harga utama emas berjangka mendekati 4.107 dolar AS per ons. Sebelumnya, harga emas telah melemah selama beberapa bulan berturut-turut. Permintaan investasi dan perhiasan yang lesu, ditambah pasokan hasil tambang emas yang meningkat, membatasi potensi kenaikan harga emas.

Data World Gold Council (WGC) menunjukkan, pada kuartal kedua permintaan emas batangan dan koin turun menjadi 307 ton, sedangkan pada dua kuartal sebelumnya keduanya melebihi 400 ton.

Permintaan investasi (tidak termasuk perdagangan over-the-counter) menurun dari 487 ton tahun lalu menjadi 262 ton, mencerminkan arus keluar dana dari ETF berbasis emas.

Namun, pembelian oleh bank sentral memberikan dukungan yang lebih kuat: pada kuartal kedua, volume pembelian emas oleh bank sentral mencapai 289 ton. Total pembelian semester pertama sekitar 345 ton, setara dengan tingkat tahunan sekitar 700 ton.

Analisis UBS menunjukkan bahwa agar harga emas tetap berada di atas 4.000 dolar AS, arus investasi harus pulih dan permintaan dari sektor resmi perlu bertahan mendekati 300 ton per kuartal.

Pada saat yang sama, kebijakan moneter tetap menjadi katalis utama bagi kenaikan harga emas. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga tahun ini, sehingga risiko harga emas dalam jangka pendek condong ke arah penurunan, dan membuka ruang bagi harga turun ke level 3.850 dolar AS.

Namun, jika Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan mulai memangkas suku bunga pada awal 2027, hal ini diperkirakan akan mendorong permintaan emas. Imbal hasil riil yang menurun akan menurunkan biaya peluang memegang emas tanpa bunga, dan dapat melemahkan dolar AS.

Selain itu, diversifikasi dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi akan semakin memperkuat peran emas sebagai aset cadangan dan aset safe haven.

Pada kuartal kedua, produksi tambang emas meningkat dari 948 ton dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 966 ton. Pasokan emas hasil daur ulang turun dari 374 ton pada kuartal pertama menjadi 326 ton, sebagian mengimbangi dampak kenaikan produksi.

UBS memperkirakan, harga emas akan mencapai 4.400 dolar AS pada September tahun ini, naik ke 4.600 dolar AS pada Desember, kemudian diproyeksikan akan mencapai 5.000 dolar AS pada Maret 2027 dan naik lagi ke 5.200 dolar AS pada Juni.

Editor: Jiang Yuhan

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!