India menambahkan dana sebesar 13,3 miliar dolar AS untuk mendorong perkembangan manufaktur chip.
Golden Ten Data, 15 Juli — Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India mengumumkan pada hari Rabu bahwa India berkomitmen menambah dana sebesar 1,28 triliun rupee (sekitar 13,3 miliar dolar AS) untuk mendorong industri manufaktur chip domestiknya, serta mewujudkan ambisi besar menjadikan negara tersebut sebagai pusat manufaktur global. Program ini akan melanjutkan skema insentif senilai 10 miliar dolar AS yang diluncurkan India pada tahun 2021. Program tersebut sebelumnya telah menjanjikan untuk menanggung setengah biaya pembangunan proyek semikonduktor. Upaya sebelumnya membantu India memulai pengembangan industri chip, menarik perusahaan seperti produsen chip memori asal AS, Micron Technology, serta Tata Group yang bisnisnya meliputi berbagai sektor dari produksi garam hingga perangkat lunak, untuk masuk ke negara bagian Gujarat di bagian barat. Perdana Menteri India, Modi, tengah berupaya memperkuat posisi industri chip di India. Saat ini, program tersebut masih berada pada tahap awal dengan hanya beberapa proyek besar yang tengah berjalan. India berharap dapat memanfaatkan keunggulan sumber daya talenta teknik dan desain serta berbagai kebijakan subsidi, untuk menarik produsen chip besar agar berinvestasi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Apakah masa-masa baik perusahaan mobil Jepang akan berakhir? Konflik bersenjata di Iran dan rebound yen dapat menjadi pukulan ganda
Produsen mobil Jepang semakin merasakan tekanan ganda dari dampak meluasnya konflik Iran dan penguatan nilai tukar yen.


Royal Bank meningkatkan target harga Snowflake menjadi 372 dolar AS

