Serenity: Blue Origin mencari pendanaan dengan valuasi sekitar 130 miliar dolar AS, berpotensi menguntungkan sektor penerbangan komersial
Menurut Odaily, “Dewa Saham Berambut Putih” Serenity menulis di platform X bahwa Blue Origin sedang mencari pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS, dengan target valuasi perusahaan sekitar 130 miliar dolar AS. Jika pendanaan ini berhasil dengan valuasi tersebut, maka akan memberikan patokan valuasi baru bagi industri penerbangan komersial dan berpotensi menguntungkan perusahaan-perusahaan terkait penerbangan lainnya seperti RKLB dan ASTS. Jika perusahaan-perusahaan terdepan seperti SpaceX dan Blue Origin mampu mendapatkan valuasi pasar setinggi ini, investor mungkin akan meninjau kembali nilai jangka panjang seluruh rantai industri ekonomi luar angkasa.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cerebras (CBRS.US) merilis komputer baru CS-4, menyatakan hasil AI dihasilkan dengan kecepatan beberapa kali lipat dibandingkan Nvidia, menjadi penantang baru bagi Nvidia.
Cerebras Systems Inc. telah meluncurkan sebuah komputer baru bernama CS-4, yang akan tersedia lebih luas pada akhir kuartal ketiga.

Kekurangan listrik di pusat data AI meningkatkan minat pada aset energi tradisional, raksasa investasi swasta KKR (KKR.US) berencana mengakuisisi distributor energi Amerika Serikat UGI (UGI.US) senilai 9.0 miliar dolar.
Dilaporkan bahwa raksasa investasi swasta KKR baru-baru ini mengajukan tawaran akuisisi non-bind untuk distributor gas alam dan listrik UGI Utilities, dengan nilai transaksi sekitar 9 miliar dolar AS.

JPMorgan Asset Management memperingatkan: Risiko konsentrasi AI menyebar ke pasar obligasi, investor perlu waspada terhadap "crowded trade"
JPMorgan Asset Management memperingatkan bahwa risiko konsentrasi "faktor kecerdasan buatan" telah menyebar dari saham ke sektor pendapatan tetap, yang semakin meningkatkan kebutuhan investor untuk tetap berhati-hati.

