Analisis: Penawaran Saham Perdana SK Hynix di Amerika Serikat akan menjadi batu ujian untuk gelombang IPO teknologi AI berikutnya
Laporan dari Jinse Finance menyebutkan bahwa majalah Fortune menganalisis, SK Hynix menjadi perusahaan teknologi besar yang sangat diperhatikan setelah SpaceX yang akan melantai di bursa saham Amerika Serikat, dan aksi IPO kali ini akan menjadi ujian penting bagi minat investor terhadap gelombang IPO teknologi AI berikutnya. Selama 12 bulan terakhir, saham SK Hynix yang terdaftar di Korea Selatan telah naik sekitar 770%, mengalahkan kenaikan sekitar 700% saingannya, Micron, pada periode yang sama.
Pengamat pasar menyatakan bahwa langkah SK Hynix ini mencerminkan tingginya minat investasi pada rantai industri AI yang kini mulai menyebar dari model-model besar dan chip komputasi ke sektor penyimpanan serta rantai pasok semikonduktor. Jika "uji coba" ini berjalan lancar, pasar memperkirakan gelombang IPO perusahaan besar di bidang AI dan teknologi lainnya kemungkinan akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mengapa saham teknologi "semakin naik semakin murah"? Didukung lonjakan valuasi oleh 80% keuntungan, jika ekspektasi AI gagal akan langsung menjadi mahal
Biasanya, pasar bearish harus menghancurkan harga saham hingga sangat rendah agar saham menjadi lebih murah. Namun, saham teknologi telah menemukan jalan lain.


"Uang pun tak bisa membeli"! Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan semakin parah, Indium Fosfat mengalami lonjakan harga terbesar dalam sejarah
Lonjakan permintaan daya komputasi AI mendorong kekurangan serius antara pasokan dan permintaan untuk substrat Indium Phosphide (InP) dan wafer epitaksial, dengan kenaikan harga di kuartal keempat diperkirakan akan melebihi 10%, menjadi lonjakan terbesar dalam satu waktu dalam sejarah, setelah mengalami beberapa putaran kenaikan harga berturut-turut. Keterbatasan kapasitas produksi substrat hulu sulit untuk segera diatasi, sehingga ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan sulit terselesaikan dalam waktu dekat. Pemasok secara langsung menyatakan bahwa meskipun perusahaan bersedia membayar lebih tinggi, belum tentu bisa mendapatkan pasokan.
