Goldman Sachs: Koreksi chip bisa dibeli, tetapi tidak bisa lagi "membeli dalam satu keranjang"
BlockBeats melaporkan pada 7 Juli bahwa Goldman Sachs dalam laporan terbarunya menyatakan bahwa setelah koreksi saham semikonduktor, masih ada peluang investasi, namun perdagangan chip AI kini memasuki tahap yang lebih selektif dan investor tidak seharusnya membeli seluruh sektor secara menyeluruh.
Goldman Sachs menunjukkan bahwa indeks PHLX Semiconductor telah naik lebih dari 80% sejak awal tahun ini, secara signifikan mengungguli S&P 500 dan indeks Nasdaq. Kinerja kuat tersebut meningkatkan ambang realisasi kinerja selanjutnya, sekaligus membuat rasio risiko dan imbal hasil sebelum musim laporan keuangan kuartal kedua menjadi lebih beragam.
Goldman Sachs masih optimis terhadap beberapa segmen, termasuk CPU, ASIC, memori, dan peralatan semikonduktor. Goldman Sachs menilai bahwa segmen-segmen ini lebih langsung diuntungkan dari ekspansi infrastruktur AI, dan tingkat kejelasan permintaan juga relatif lebih tinggi.
Dari sisi saham, Goldman Sachs secara khusus menyebut AMD dan Applied Materials. AMD diuntungkan oleh permintaan CPU server dan kebutuhan terkait AI, sementara Applied Materials diuntungkan dari proses manufaktur canggih serta belanja modal memori. Namun, Goldman Sachs bersikap lebih hati-hati terhadap rantai mobile, perusahaan semikonduktor dengan valuasi tinggi, atau yang permintaannya lemah.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

NexGen Energy (NXE.US) naik lebih dari 7%: Rook I memulai pembangunan senilai 2.2 billion CAD, komunikasi “sering” dengan BHP memicu spekulasi masuknya BHP
NexGen Energy secara rutin berkomunikasi dan berbagi informasi terkait proyek tambang uranium Rook I yang berlokasi di Saskatchewan, Kanada dengan perusahaan pertambangan global besar, BHP.

