Dia mengulas langkah efisiensi pada APBN 2025. Kala itu Presiden Prabowo Subianto meminta efisiensi anggaran. Angkanya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 306 triliun.
"Bapak Presiden terus mengatakan, itu banyak sekali yang harus diperbaiki efisiensi di dalam APBN, kita lakukan. Januari 2025, jangan lupa, kita mendapatkan perintah, ketika itu melakukan efisiensi anggaran di kaliber Rp 306 triliun," ungkap Suahasil, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, langkah tersebut dipandang sebagian pihak sebagai upaya potong anggaran. Namun, Suahasil menegaskan efisiensi mengalihkan alokasi dana untuk program-program yang lebih berdampak ke masyarakat.
"Tentu, waktu itu cukup banyak sekali beritanya, Dua tahun yang lalu seperti itu, Kesannya adalah potong, potong, potong, potong, anggaran. Tapi sebenarnya di balik potong-anggaran tersebut, adalah pijakan fundamental pondasi, untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat," jelas dia.
Salah satunya terbukti dari capaian angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 lalu. "Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat, dan hal tersebut terjadi berlangsung dengan pertumbuhan ekonominya tetap 5,11%, Inflasi 2025 2,9% dan seterusnya," tuturnya.
Fiskal dan Danantara Saudara Kembar
Sebelumnya, Suahasil Nazara mengatakan, kas negara melalui APBN dan BUMN dalam kelolaan Dananatara layaknya saudara kembar. Keduanya disebut memiliki peran yang saling melengkapi untuk mencapai visi Presiden Prabowo Subianto.
Suahasil tak menyiratkan pemisahan yang lebar antara fiskal dan Danantara. Koordinasi lintas lembaga berjalan terus menerus dan bekerja beriringan.
"Fiskal sama Danantara itu, saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar," kata Suahasil di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Langkah Penting
Dia menjelaskan, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 2025 lalu merupakan satu tonggak penting. Aset BUMN sebagai kekayaan negara yang dipisahkan menjadi motor penggerak dan berperan menopang ekonomi nasional.
"Membentuk Danantara, tingkatkan kapasitas investasi, gabungkan seluruh kekayaan negara yang dipisahkan, gabungkan, sinergikan, buat supaya lebih efisien, sehingga saya yakin nanti Pak Dony (Dony Oskaria COO Danantara) akan menguraikan ruang-ruang efisiensi yang membuat Danantara bisa bekerja lebih keras, lebih kuat, bersama APBN," jelas dia.
Kejar Visi Presiden
Sebagai bagian yang tak jauh dari anggaran negara, Suahasil memandang kedekatan BUMN dan fiskal atau APBN ini cukup erat. Keduanya sama-sama bekerja untuk mencapai visi-misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Makanya tadi saya buka dengan APBN dan Danantara itu, mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," bebernya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement

