Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Nilai Tukar Rupiah Melemah Lagi, Konflik Yaman Jadi Sorotan

Nilai Tukar Rupiah Melemah Lagi, Konflik Yaman Jadi Sorotan

Liputan6Liputan62026/10/05 10:33
Oleh:Liputan6
Petugas menata mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (5/10/2026). Rupiah ditutup di level 17.917 per dolar AS, turun 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 17.882 per dolar AS.

Pelemahan juga tercermin dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Pada Senin, JISDOR berada di level 17.917 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya 17.898 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pergerakan rupiah turut dipengaruhi perkembangan konflik antara kelompok Ansarullah di Yaman dan Arab Saudi.

"Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali seluruh wilayah negara yang dikuasai oleh kelompok tersebut," ucapnya dikutip dari Antara.

Situasi tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Investor juga mencermati dampaknya terhadap sektor energi, terutama karena Arab Saudi merupakan salah satu negara utama penghasil minyak dunia.

Sebelumnya, Ansarullah dilaporkan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak atau drone ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais.

Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap serangan yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

 

Agenda Ekonomi AS

Petugas menata mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Arab Saudi sejauh ini belum memberikan konfirmasi terkait serangan tersebut. Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan terhadap produksi minyak di salah satu negara pengekspor energi utama dunia.

"Mereka mengklaim serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat dan merupakan tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai 50 serangan udara dan rudal yang dipimpin Saudi di Yaman dalam 12 jam terakhir," ungkap Ibrahim.

Perkembangan konflik tersebut menjadi salah satu sentimen eksternal yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah investasi, termasuk terhadap rupiah.

Di sisi lain, perhatian investor pada pekan ini juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat. Data-data tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah perekonomian dan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Beberapa agenda yang dinantikan antara lain data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, serta publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir.

Investor juga akan mencermati data sentimen konsumen yang dirilis University of Michigan.

Rangkaian data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pasar dalam membaca arah kebijakan The Fed. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan pada akhirnya memberikan tekanan atau dukungan terhadap nilai tukar rupiah.

Dengan kondisi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian serta agenda ekonomi AS yang cukup padat, pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi sentimen eksternal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!