Mengutip data harga emas Antam, harga emas hari ini dipatok Rp 2.592.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp 2.602.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali emas Antam. Harga buyback hari ini turun Rp 15.000 menjadi Rp 2.437.000 per gram.
Advertisement
Harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual emas Antam kepada konsumen.
Dengan demikian, terdapat selisih antara harga jual dan harga buyback sebesar Rp 155.000 per gram.
Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high pada Kamis (29/1/2026), yakni Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.
Harga emas Antam sendiri bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar.
Berikut rincian harga emas Antam Selasa (15/9/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.346.000
- 1 gram: Rp 2.592.000
- 2 gram: Rp 5.124.000
- 3 gram: Rp 7.661.000
- 5 gram: Rp 12.735.000
- 10 gram: Rp 25.415.000
- 25 gram: Rp 63.412.000
- 50 gram: Rp 126.745.000
- 100 gram: Rp 253.412.000
- 250 gram: Rp 633.265.000
- 500 gram: Rp 1.266.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.532.600.000
Sebagai catatan, harga emas Antam dapat mengalami perubahan mengikuti dinamika pasar. Investor dan masyarakat yang ingin membeli emas batangan disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Harga Emas Dunia Turun 1,8%
Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada Senin, setelah lonjakan harga minyak dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Mengutip CNBC, Selasa (15/9/2026), harga emas spot turun 1,8% menjadi US$ 4.271,59 per ounce, sekaligus menjadi level terendah sejak 7 Agustus. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 2,2% menjadi US$ 4.311,20.
“Kita melihat harga minyak mentah naik tajam hari ini, yang mendorong ekspektasi inflasi dan menunjukkan bank-bank sentral utama dunia harus memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi. Hal itu menjadi sentimen bearish bagi logam,” kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu dan kembali menaikkannya setidaknya sekali hingga akhir Maret.
Advertisement
Inflasi dan Harga Minyak Jadi Beban Emas
Ekspektasi kenaikan suku bunga menguat setelah data resmi pada Jumat menunjukkan inflasi AS tetap tinggi. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada bulan lalu, setelah meningkat 0,1% pada Juli, berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Menurut CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 89%.
Bank Sentral Jepang (BOJ) juga diperkirakan menaikkan suku bunga pada Jumat, seiring kenaikan harga energi dan belum meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Meski emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak naik sekitar 4% pada Senin setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi dan sipil Arab Saudi serta serangan Iran terhadap kapal di Teluk meningkatkan kekhawatiran pasokan.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 2,5% menjadi US$ 62,88 per ounce, platinum melemah 2% menjadi US$ 1.759,87, sedangkan paladium turun 0,6% menjadi US$ 1.291,50.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6




