Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Harga Minyak Dunia Naik, IMF Ungkap Dampaknya ke Negara Pengimpor Energi

Harga Minyak Dunia Naik, IMF Ungkap Dampaknya ke Negara Pengimpor Energi

Liputan6Liputan62026/09/11 09:36
Oleh:Liputan6
Seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Jakarta -
Kenaikan harga minyak dunia menjadi ancaman bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi. Dana Moneter Internasional ( IMF) menyebut lonjakan harga minyak dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian negara pengimpor.

Direktur Departemen Komunikasi IMF Julie Kozack mengatakan kenaikan harga energi dapat memengaruhi neraca pembayaran sekaligus posisi fiskal negara.

“Apa yang kami lihat, tentu saja, ketika harga energi atau harga minyak meningkat, adalah tekanan terhadap neraca pembayaran negara-negara pengimpor energi. Hal ini juga dapat memberikan tekanan terhadap posisi fiskal mereka,” ujar Kozack dalam konferensi pers dikutip Jumat (11/9/2026)

Besarnya dampak tersebut bergantung pada struktur fiskal masing-masing negara.

Sejumlah negara pengimpor minyak telah mengambil langkah untuk mengurangi dampak guncangan energi.

India menjadi salah satu negara yang diperhatikan IMF. Kozack mengatakan India menghadapi kenaikan harga energi ketika kondisi ekonominya relatif lebih kuat.

Hal tersebut membuat perekonomian India sejauh ini dinilai cukup mampu bertahan menghadapi guncangan harga energi.

 

Tekanan Neraca Pembayaran

Para pekerja melakukan perawatan pipa di stasiun degasifikasi di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Kozack mengatakan IMF tetap memantau dampak kenaikan harga minyak terhadap perekonomian India.

Menurut dia, sejauh ini India menunjukkan ketahanan yang cukup baik menghadapi guncangan energi.

“India tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama bagi perekonomian dunia,” ujar Kozack.

Namun, IMF tetap melihat kenaikan harga minyak sebagai risiko bagi negara-negara pengimpor energi secara umum.

Tekanan terhadap neraca pembayaran dapat muncul karena negara harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk membeli energi dari luar negeri. Di sisi fiskal, dampaknya bergantung pada kebijakan dan struktur anggaran masing-masing negara.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika harga energi dunia bertahan tinggi dalam waktu lama.

IMF sendiri masih akan memperbarui proyeksi ekonominya untuk India dalam World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober.

Sementara itu, perekonomian global secara keseluruhan dinilai masih cukup tangguh menghadapi berbagai guncangan. IMF masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada di sekitar 3 persen.

Meski demikian, lembaga tersebut menegaskan ketidakpastian tetap tinggi, terutama karena tekanan energi dan berbagai risiko global lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!