Pasar saham Korea mempersiapkan permainan bottoming: penjualan asing melambat, won Korea menguat, valuasi KOSPI 200 turun ke peringkat pertama dalam sepuluh tahun terakhir.
Setelah likuidasi leverage dan penjualan besar-besaran oleh investor asing, pasar saham Korea mengalami titik balik ganda dari segi valuasi dan teknikal. Pada 8 September, indeks saham Korea menerobos garis tren turun jangka pendek dan untuk pertama kalinya ditutup di atas rata-rata bergerak 50 hari. Forward P/E KOSPI 200 hanya sebesar 6,2 kali, berada di persentil pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis menunjukkan bahwa diskon ekstrem memberikan perlindungan downside yang kuat.
Pasar saham Korea, setelah mengalami likuidasi leverage ekstrem dan aksi jual besar-besaran oleh investor asing, kini sedang memasuki titik balik ganda dari sisi valuasi dan teknikal. Valuasi KOSPI 200 telah disetel ulang ke persentil pertama dalam sejarah sepuluh tahunnya, dan narasi pasar mulai beralih dari "mode krisis" dengan penurunan tajam satu arah menuju "rebound setelah titik terendah".
Pada 8 September, indeks komposit Korea berhasil menembus garis tren penurunan jangka pendek dan, untuk pertama kalinya sejak aksi jual besar-besaran kali ini, ditutup di atas rata-rata pergerakan 50 hari.

Perbaikan marjinal pada arus modal dan nilai tukar menopang rebound. Ritme aksi jual sepihak oleh investor asing mulai melambat, nilai tukar won Korea menguat secara bersamaan, dan dinamika positif "kenaikan pasar spot, kenaikan volatilitas" mulai kembali.

Secara historis, penguatan won Korea membantu menarik arus balik modal asing. Jika nilai tukar tetap stabil, penurunan tekanan jual dari investor asing bisa menjadi faktor positif berikutnya bagi indeks harga saham gabungan Korea.

Sentimen perdagangan mikro juga pulih secara bersamaan. Indeks volatilitas KOSPI (VIX) mencatat kenaikan berarti pertama sejak aksi jual kali ini. Bank of America mencatat, jika investor kembali memburu opsi call yang bullish, akan lebih mudah memicu kembali tenaga kenaikan "resonansi harga spot dan volatilitas".

Perubahan marjinal ini menandakan bahwa aksi jual ekstrem yang sebelumnya didorong oleh kekhawatiran belanja modal AI dan sentimen risk-off kemungkinan sudah mendekati akhir. Dengan munculnya margin safety dari sisi valuasi, investor perlu menilai ulang dukungan dasar pasar Korea serta mempertimbangkan keberlanjutan rebound di tengah siklus semikonduktor dan risiko geopolitik.
Leverage Terlikuidasi dan Valuasi Disetel Ulang ke Level Ekstrem Historis
Inti dari penyesuaian kali ini adalah deleveraging setelah ekspansi leverage dan pengempisan valuasi yang terlalu tinggi. Transaksi kredit dan produk leverage oleh investor individu sebelumnya sangat aktif, sehingga pengurangan leverage menjadikan penyesuaian valuasi berkembang menjadi aksi jual terpusat yang berkelanjutan.
Indikator risiko gelembung (BRI) Bank of America menunjukkan bahwa risiko gelembung KOSPI telah jatuh dari area gelembung menjadi 0,52, sementara volatilitas juga turun setengahnya.

Seiring gelembung mengempis, valuasi pasar saham Korea telah disetel ulang ke area ekstrem. PER forward KOSPI 200 hanya 6,2 kali, berada di persentil pertama dalam sejarah sepuluh tahunnya; sebagai perbandingan, valuasi rekan global umumnya berada di persentil ke-68, sehingga diskonto ekstrem ini memberikan perlindungan bawah yang solid bagi pasar.
Bank of America menilai, di tengah normalisasi volatilitas dan pembersihan valuasi, secara selektif meningkatkan eksposur upside di pasar saham Korea kini memiliki rasio risiko imbal hasil yang menarik, dan menyarankan untuk ikut serta melalui strategi call spread opsi 3 bulan.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
"Sekarang saya adalah bandar, jika ingin bertaruh silakan datang" Besant memperingatkan pasar agar tidak melawan dia untuk menjual yen.
Besant mengatakan, "Ketika kami melakukan intervensi terhadap yen, saya benar-benar memahami apa yang akan dilakukan oleh orang Jepang, Bank Sentral Jepang, dan para pembuat keputusan di sana." Dengan dukungan fundamental bahwa Bank Sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, para pelaku short akan menghadapi tekanan ganda berupa intervensi kebijakan dan perubahan arah suku bunga. Analisis menilai bahwa pernyataan tegas Besant bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tetapi juga mengisyaratkan tindakan lebih lanjut yang sudah dipersiapkan.
Kenaikan saham Korea meningkat lebih dari 1%.
Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%
Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”
Chime Financial Inc. (CHYM.US) telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi mitra jangka panjangnya, Stride Bank, dengan pembayaran tunai sebesar 590 juta dolar AS. Langkah ini menandai langkah penting perusahaan fintech tersebut dalam mengintegrasikan operasionalnya.

