Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Lepas Ketergantungan dari Selat Hormuz, Irak Bangun Dua Pipa Minyak Strategis

Lepas Ketergantungan dari Selat Hormuz, Irak Bangun Dua Pipa Minyak Strategis

Liputan6Liputan62026/09/07 13:21
Oleh:Liputan6
Seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Jakarta -
Irak membangun rute pipa minyak baru menuju Laut Mediterania melalui Turki dan Suriah. Langkah ini diambil untuk melepaskan ketergantungan ekspor dari Selat Hormuz.

Pemerintah Irak berencana meningkatkan kapasitas ekspor minyak mentahnya hingga mencapai 5 juta barel per hari (barrels per day/bpd). Langkah ini dilakukan seiring dengan pembangunan jalur distribusi baru yang tidak lagi bergantung pada Selat Hormuz.

Melansir Anadolu Agency, Senin (7/9/2026), Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair menyatakan kepada Iraqi News Agency (INA) bahwa volume ekspor minyak Irak telah kembali menyentuh angka 3 juta bpd sejak awal September.

Pemerintah Irak berambisi menambah kapasitas tersebut hingga 5 juta bpd setelah proyek pembangunan pipa strategis yang menghubungkan ladang-ladang minyak Irak ke Fishkhabur di utara serta Pelabuhan Banias di pesisir Laut Mediterania, Suriah, selesai dikerjakan.

 

Bangun Dua Rute Pipa Strategis

Guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz, Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zaidi telah menginstruksikan pembangunan dua rute pipa minyak utama, yakni jalur Basra–Haditha–Fishkhabur dan Haditha–Banias.

  • Rute Utara (Basra–Haditha–Fishkhabur): Menghubungkan ladang minyak di bagian utara dengan Fishkhabur di dekat perbatasan Turki. Jalur ini membuka akses langsung ke pipa Kirkuk–Ceyhan serta Pelabuhan Ceyhan di pesisir Laut Mediterania, Turki.
  • Rute Barat (Haditha–Banias): Menyambungkan wilayah Haditha dengan Pelabuhan Banias di Suriah. Rute ini memberikan Irak jalur alternatif menuju Laut Mediterania sekaligus menghidupkan kembali jalur distribusi minyak bersejarah di antara kedua negara.

Langkah perluasan rute ekspor ini diambil menyusul tingginya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz akibat gesekan antara Washington dan Teheran.

Berdasarkan data resmi, Irak memiliki cadangan minyak terbukti mencapai 145 miliar barel. Sebelum konflik kawasan memanas pada Februari lalu, ekspor minyak Irak sempat anjlok drastis dari 3,3 juta bpd menjadi 1,3 juta bpd, sebelum akhirnya perlahan pulih pada Juli dan Agustus 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!