Dalam postur sementara RAPBN 2027, target PNBP disepakati naik Rp 5,1 triliun menjadi Rp 522,5 triliun, dari target awal di Nota Keuangan sebesar Rp 517,4 triliun. Suahasil menjelaskan, pemerintah terus menyesuaikan proyeksi ini dengan dinamika ekonomi serta target pertumbuhan nasional sebesar 6% pada 2027.
"PNBP itu sangat bergantung pada harga komoditas dan kurs. Peningkatan target ini merespons pergerakan positif dari kedua faktor tersebut," kata Suahasil usai rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Advertisement
Ia menambahkan, pemerintah belum memasukkan rencana penarikan bagian keuntungan Danantara sebesar Rp 120 triliun ke dalam alokasi RAPBN 2027, sebab pembahasan di tingkat rapat belum mencakup opsi tersebut.
Belanja K/L dan Target Cukai
Terkait kenaikan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 9,1 triliun, Suahasil menyebut detail alokasinya masih menunggu hasil kerja Panitia Kerja (Panja) Belanja. Sebaran tambahan anggaran untuk tiap K/L baru akan ditentukan setelah pembahasan lanjutan selesai.
"Nanti kita lihat sebarannya dari hasil Panja. Detailnya akan dirinci per belanja K/L," ujarnya.
Sementara mengenai penurunan target cukai Minuman Bergula Dalam Kemasan (MBDK) sebesar 1,6% pada 2027, Suahasil menyerahkan penjelasan teknisnya kepada pihak regulator terkait. "Soal detail cukai MBDK, silakan tanyakan langsung ke Dirjen Bea Cukai," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




