Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Mereka yang tidak memiliki gelar universitas menikmati salah satu pasar kerja terbaik dalam 20 tahun terakhir, sementara lulusan universitas menghadapi salah satu kondisi pencarian kerja yang paling sulit, dengan permintaan dan AI membentuk kembali lanskap pekerjaan.

Mereka yang tidak memiliki gelar universitas menikmati salah satu pasar kerja terbaik dalam 20 tahun terakhir, sementara lulusan universitas menghadapi salah satu kondisi pencarian kerja yang paling sulit, dengan permintaan dan AI membentuk kembali lanskap pekerjaan.

智通财经智通财经2026/09/07 01:51
Tampilkan aslinya
(1) Data dari Burning Glass Institute menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pekerja tanpa gelar universitas berusia 22 hingga 34 tahun telah turun ke salah satu level terendah dalam 20 tahun terakhir, sementara pencari kerja yang memiliki gelar sarjana justru menghadapi pasar kerja paling sulit selama periode yang sama, membalikkan tren bertahun-tahun. Dilihat dari angka absolut, tingkat pengangguran untuk mereka yang bergelar sarjana (“usia emas” 2,7%) masih lebih rendah dibandingkan mereka tanpa gelar (ijazah SMA 4,7%), tetapi jika dilihat dari standar historis masing-masing kelompok, pekerja blue-collar dan pekerja layanan fisik (seperti satpam, perawat, pekerja restoran dan ritel) kini berada dalam kondisi kerja yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata historis, sementara tingkat pengangguran kelompok muda dengan pendidikan universitas hanya sedikit lebih baik dari masa pandemi dan periode pemulihan resesi 2007-09.(2) Akar dari perbedaan ini terletak pada ketidakseimbangan penawaran dan permintaan: pekerja terampil kekurangan pasokan akibat pensiunnya generasi tua dan berkurangnya imigrasi; jumlah warga Amerika Serikat yang memiliki gelar sarjana mencapai rekor tertinggi, sementara AI secara bertahap mengambil alih pekerjaan entry-level white-collar yang sebelumnya menjadi ladang kerja lulusan baru. Pada bulan Agustus, restoran dan kafe menambah 59 ribu pekerjaan baru (lebih dari sepertiga dari 162 ribu total penambahan pekerjaan bulan itu), sedangkan seorang lulusan jurusan bisnis internasional yang mengirimkan 70 lamaran hanya mendapatkan tiga kali panggilan wawancara, sehingga terpaksa melanjutkan pendidikan ke jenjang MBA lebih awal.(3) Ketidakpastian masih ada: Sejauh mana AI dan automasi akan berdampak pada pekerjaan blue-collar dan sektor jasa di masa depan masih belum pasti; sekitar seperempat lulusan SMA saja telah keluar dari pasar tenaga kerja (sementara yang bergelar sarjana hanya satu dari tujuh). Para ahli menyarankan lulusan baru universitas untuk memperluas wawasan geografis dan profesional: meski sulit menembus perusahaan top, peluang masih ada jika mau berkompromi.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!