Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
BPS Ungkap Alasan Harga Beras Naik di Agustus 2026

BPS Ungkap Alasan Harga Beras Naik di Agustus 2026

Liputan6Liputan62026/09/01 12:09
Oleh:Liputan6
Daftar harga berbagai jenis beras yang dijual di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta -
Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat kenaikan harga beras, baik kualitas medium maupun premium, pada Agustus 2026. Penurunan potensi luas panen hingga hambatan distribusi beras ke pasar menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi beras tercatat terjadi baik secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026. Inflasi ini sejalan dengan penurunan potensi luas panen pada periode tersebut.

"Inflasi yang terjadi pada beras pada Agustus ini tercermin dari penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026," kata Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

"Kendati demikian, inflasi beras tidak semata-mata disebabkan oleh produksi padi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasar," imbuhnya.

BPS mencatat beras di tingkat eceran mengalami inflasi sebesar 0,42% secara bulanan pada Agustus 2026, serta mencatatkan inflasi 2,77% secara tahunan.

"Secara historis, bulan Agustus mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya. Oleh karena itu, kami mencatat kondisi beras mengalami inflasi pada Agustus," terang Ateng.

 

Kenaikan Harga Beras Premium Lebih Tinggi dari Medium

Sejumlah jenis beras dijual di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Cipinang, Jakarta Timur. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, BPS mencatat rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 secara keseluruhan naik 1,32% mtm dan 5,52% yoy.

Jika dipilah berdasarkan kualitasnya di penggilingan, beras premium naik 1,22% mtm dan melonjak 10,07% yoy. Sementara itu, beras medium naik 1,48% mtm serta menguat 4,03% yoy.

"Jadi secara year-on-year, kenaikan harga beras premium memang lebih tinggi dibandingkan dengan beras medium," jelas Ateng.

 

Inflasi dan Tren Harga Beras

Warga saat membeli beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain di tingkat eceran, BPS juga mencatat inflasi beras di tingkat grosir sebesar 0,80% mtm dan 4,28% yoy.

Data BPS menunjukkan bahwa rata-rata harga beras cenderung melanjutkan tren kenaikan sejak Januari 2026. Pada Agustus 2026, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan dipatok Rp 14.213 per kilogram (kg).

Sementara itu, rata-rata harga beras di tingkat grosir tercatat sebesar Rp 14.901 per kg, serta di tingkat eceran mencapai Rp 15.641 per kg. Data tersebut memperlihatkan kenaikan harga rata-rata berkisar Rp 130–200 per kg di tiap kategori dibanding posisi Juli 2026.

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata yang mencakup berbagai jenis kualitas dan mencakup seluruh wilayah di Indonesia," kata Ateng.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!