Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Proyeksi BPS: Produksi Beras Turun Hingga Oktober 2026

Proyeksi BPS: Produksi Beras Turun Hingga Oktober 2026

Liputan6Liputan62026/09/01 10:06
Oleh:Liputan6
170 hektare sawah di Lampung terancam puso

Liputan6.com, Jakarta -
Badan Pusat Statistik ( BPS) memproyeksikan produksi beras dan padi di Indonesia mengalami penurunan hingga Oktober 2026. Penurunan luasan lahan panen serta faktor cuaca menjadi pemicu utama tren melandainya produksi pangan nasional ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa produksi setara beras untuk konsumsi masyarakat pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,74 juta ton. Angka ini terkoreksi 0,99% ketimbang Juli 2025 yang menembus 2,77 juta ton.

"Potensi produksi beras pada kondisi Agustus sampai dengan Oktober 2026 diperkirakan mencapai 9,33 juta ton, atau mengalami penurunan sebanyak 0,09 juta ton (0,90%) dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

Secara kumulatif, total produksi beras sepanjang Januari hingga Oktober 2026 diproyeksikan berada di angka 31,41 juta ton. "Mengalami penurunan sebesar 0,03 juta ton atau 0,08% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," tambah Ateng.

Data Produksi Padi

Pertanian di Kabupaten Ngawi.

Sejalan dengan beras, produksi padi pada Juli 2026 diperkirakan menyusut 1% menjadi 4,75 juta ton gabah kering giling (GKG) dibanding Juli 2025 sebesar 4,80 juta ton GKG. Sementara itu, untuk periode Agustus–Oktober 2026, produksi padi diproyeksi mencapai 16,18 juta ton GKG atau turun 0,15 juta ton GKG atau menyusut 0,92%.

"Produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Oktober 2026 diperkirakan mencapai 54,52 juta ton GKG. Angka ini turun sekitar 0,05 juta ton GKG atau 0,08% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025," jelas Ateng.

BPS mencatat, sekitar 36,27% lahan pertanian sedang ditanami padi pada Juli 2026. Di saat yang sama, tanaman padi yang masuk fase generatif tercatat sebesar 15,78% dan sebagian besar siap dipanen pada Agustus 2026.

Luas Panen Padi

Pada Juli 2026, luas panen padi mencapai 0,93 juta hektare atau menyusut 1,05% ketimbang Juli 2025 yang seluas 0,94 juta hektare.

Selanjutnya, potensi luas panen periode Agustus hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 3,07 juta hektare, turun 1,29% (0,04 juta hektare) dibanding tahun lalu.

"Meski demikian, secara keseluruhan luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Oktober 2026 diperkirakan mencapai 10,31 juta hektare, atau masih mengalami kenaikan tipis 0,01% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025," tutur Ateng.

Ateng menekankan bahwa angka proyeksi ini masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada kondisi pertanaman di lapangan sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

"Perubahan angka bisa terjadi jika ada serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), ancaman banjir, kekeringan, hingga pergeseran waktu pelaksanaan panen oleh para petani," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!