Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Dampak El Nino, Inflasi Agustus 2026 Diproyeksi Naik ke 3,4%

Dampak El Nino, Inflasi Agustus 2026 Diproyeksi Naik ke 3,4%

Liputan6Liputan62026/09/01 01:48
Oleh:Liputan6
Pedagang tengah menata dagangannya di salah satu pasar di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -
Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 diperkirakan naik ke kisaran 3,3–3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah sempat mengalami deflasi pada Juli 2026.

Ekonom Institute for Economic and Social Research Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menjelaskan, kenaikan angka inflasi ini dipicu oleh dampak fenomena El Nino yang mulai terasa di sektor pangan.

Gangguan cuaca tersebut berpotensi mengganggu produksi dan distribusi, sehingga berimbas langsung pada ketersediaan pasokan di pasar.

"Faktor yang memengaruhi didorong oleh dampak El Nino yang mulai terasa ke bahan pangan," ujar Riefky melalui pesan tertulis, dikutip Selasa (1/9/2026).

Meski demikian, tekanan inflasi ini diperkirakan tidak bertahan lama. Riefky memproyeksikan laju inflasi melandai hingga akhir tahun di rentang 2,9–3,1% yoy pada Desember 2026.

Ia juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai perkembangan El Nino dan pasokan pangan nasional. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat, terutama jika harga kebutuhan pokok terus melonjak.

"Yang perlu diwaspadai sejauh ini adalah El Nino dan pasokan pangan di pasar, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap daya beli," pungkasnya.

Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan

Seorang pembeli (kanan) membeli sayuran dari sebuah kios di pasar tradisional di Jakarta pada Rabu 3 Juni 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi pangan meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 turun menjadi 2,88% secara tahunan dari 3,34% pada Juni 2026. BI menilai risiko gangguan cuaca, termasuk El Nino, dapat memengaruhi pasokan dan harga pangan ke depan.

Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% yoy pada Juli 2026 karena peningkatan pasokan sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi tersebut turut menjaga inflasi umum tetap berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.

"Inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% year-on-year dipengaruhi oleh panen komoditas hortikultura, aneka cabai, dan bawang merah,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).

BI mencatat inflasi inti pada Juli 2026 tetap terkendali sebesar 2,76% yoy. BI juga mencatat inflasi administered prices sebesar 3,58% yoy seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Destry mengatakan, BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. BI akan menjalankan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) bersama pemerintah.

"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS guna menahan inflasi pangan,” ujar Destry.

BI akan mengantisipasi risiko gangguan cuaca terhadap produksi dan distribusi pangan melalui GPIPS. BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan komoditas pangan dan mencegah kenaikan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.

BI Bakal Perkuat Respons Bauran Kebijakan

Destry mengatakan BI juga akan mempertahankan inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027 melalui penguatan bauran kebijakan moneter. BI akan menjaga stabilitas rupiah untuk mengurangi dampak imported inflation terhadap harga domestik.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027,” kata Destry.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!