Wakil Menteri Luar Negeri Iran: Sanksi baru dari Amerika Serikat memiliki dampak terbatas dan tidak akan memengaruhi sektor ekonomi baru Iran
Jinse Finance melaporkan, menurut laporan dari Kantor Berita Mahasiswa Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang bertanggung jawab atas diplomasi ekonomi, Ghanbari, menyatakan terkait sanksi baru AS terhadap Iran bahwa bahkan media asing pun mengakui bahwa sanksi AS sulit mencapai hasil seperti yang diklaim oleh pihak AS. Ia menegaskan bahwa jika sanksi bertujuan untuk memaksa Iran mengubah kebijakan yang dibuat berdasarkan hukum dan kehendak rakyat, maka hal itu tidak akan berhasil. Ghanbari menekankan bahwa, mengingat sektor utama ekonomi Iran telah lama terkena sanksi, putaran sanksi kali ini tidak akan melibatkan sektor ekonomi baru, dan fokus pihak AS adalah memperkuat efektivitas pelaksanaan sanksi yang sudah ada, menutup celah penghindaran, serta menanggapi langkah balasan. Ia juga memperingatkan bahwa media sedang berupaya keras membesar-besarkan dampak sanksi, dan terhadap hal ini perlu tetap sangat waspada.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Morgan Stanley menaikkan target harga Honeywell menjadi 250 dolar AS
Demam IPO dipicu oleh "kelaparan" AI! SB Energy (SBE.US), yang didukung bersama oleh SoftBank dan OpenAI, mengajukan permohonan untuk go public di Amerika Serikat.
Perusahaan infrastruktur tenaga listrik SB Energy Corp. (SBE.US), yang didukung bersama oleh SoftBank Group Corp. dan OpenAI, secara resmi telah mengajukan permohonan penawaran umum perdana saham (IPO) kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat.

Tesla (TSLA.US) mengalami "dua situasi berbeda" di pasar mobil Eropa: pada bulan Agustus, jumlah registrasi di Prancis melonjak 279%, sedangkan di Norwegia anjlok 79%.
Pendaftaran kendaraan Tesla (TSLA.US) di beberapa pasar Eropa pada bulan Agustus menunjukkan hasil yang beragam: jumlah pendaftaran di Prancis dan Denmark melonjak tajam secara tahunan, sementara di Norwegia dan Swedia justru mengalami penurunan signifikan.

Risiko kenaikan suku bunga Federal Reserve membebani sentimen pasar, penurunan obligasi menyebar ke pasar negara berkembang
Seiring kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini menjadi faktor utama yang mendominasi sentimen pasar, aksi jual obligasi global telah menyebar ke pasar negara berkembang — mulai dari Afrika Selatan hingga Korea Selatan dan Polandia, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun semuanya mengalami kenaikan.

