Melalui skema unfunded risk participation ini, ADB berperan dalam berbagi risiko atas portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok milik Bank SMBC Indonesia. Meski demikian, seluruh proses operasional pembiayaan tetap dikendalikan penuh oleh bank.
Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia, Jun Saito, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pembiayaan perdagangan merupakan hal yang krusial mengingat kelangsungan aktivitas bisnis sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok.
Advertisement
"Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai," ungkap Saito di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Kemitraan ini membuka ruang lebih luas bagi Bank SMBC Indonesia untuk menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor industri, dengan dukungan mekanisme kontingensi kredit dari ADB.
Dalam pelaksanaannya, Bank SMBC Indonesia tetap memegang kendali penuh atas kualitas portofolio melalui pengelolaan origination, administrasi, hingga pemantauan transaksi secara langsung.
Kinerja Pembiayaan Korporasi
Langkah ekspansi kapasitas ini tergolong strategis mengingat kinerja pembiayaan korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia terus menunjukkan tren positif. Per Juni 2026, penyaluran kredit di segmen ini berhasil menembus Rp 116,5 triliun, atau tumbuh 12,8% secara tahunan (year-on-year).
Pertumbuhan konsisten juga dicatatkan oleh lini bisnis lainnya. Kredit digital Jenius menguat 9,9% menjadi Rp 3,69 triliun, sementara pembiayaan BTPN Syariah naik 8,7% mencapai Rp 11,03 triliun. Di sisi lain, pembiayaan kendaraan melalui OTO dan SOF turut terkerek 5,8% menjadi Rp 31,89 triliun pada periode yang sama.
Saito menambahkan, kolaborasi bersama ADB diharapkan tidak hanya memperluas akses pemodalan bagi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat daya tahan ekosistem perdagangan di tengah tingginya kebutuhan modal kerja di tiap tahapan rantai nilai.
"Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Saito.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




