Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Ekspansi Rantai Pasok, Bank SMBC Indonesia Pacu Kredit Korporasi

Ekspansi Rantai Pasok, Bank SMBC Indonesia Pacu Kredit Korporasi

Liputan6Liputan62026/08/30 15:36
Oleh:Liputan6
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN). (Foto: Bank SMBC Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta -
PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperluas kapasitas pembiayaan perdagangan (trade finance) dan rantai pasok (supply chain) nasional. Langkah strategis ini ditempuh dengan menggandeng Asian Development Bank ( ADB) melalui skema partisipasi risiko untuk memperkuat portofolio pembiayaan bank.

Melalui skema unfunded risk participation ini, ADB berperan dalam berbagi risiko atas portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok milik Bank SMBC Indonesia. Meski demikian, seluruh proses operasional pembiayaan tetap dikendalikan penuh oleh bank.

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia, Jun Saito, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pembiayaan perdagangan merupakan hal yang krusial mengingat kelangsungan aktivitas bisnis sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok.

"Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai," ungkap Saito di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Kemitraan ini membuka ruang lebih luas bagi Bank SMBC Indonesia untuk menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor industri, dengan dukungan mekanisme kontingensi kredit dari ADB. 

Dalam pelaksanaannya, Bank SMBC Indonesia tetap memegang kendali penuh atas kualitas portofolio melalui pengelolaan origination, administrasi, hingga pemantauan transaksi secara langsung.

Kinerja Pembiayaan Korporasi

PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia/BTPN)

Langkah ekspansi kapasitas ini tergolong strategis mengingat kinerja pembiayaan korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia terus menunjukkan tren positif. Per Juni 2026, penyaluran kredit di segmen ini berhasil menembus Rp 116,5 triliun, atau tumbuh 12,8% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan konsisten juga dicatatkan oleh lini bisnis lainnya. Kredit digital Jenius menguat 9,9% menjadi Rp 3,69 triliun, sementara pembiayaan BTPN Syariah naik 8,7% mencapai Rp 11,03 triliun. Di sisi lain, pembiayaan kendaraan melalui OTO dan SOF turut terkerek 5,8% menjadi Rp 31,89 triliun pada periode yang sama.

Saito menambahkan, kolaborasi bersama ADB diharapkan tidak hanya memperluas akses pemodalan bagi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat daya tahan ekosistem perdagangan di tengah tingginya kebutuhan modal kerja di tiap tahapan rantai nilai.

"Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Saito.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!