Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Dolar Amerika Serikat mengalami tekanan pada grafik mingguan, pembelian kembali obligasi pemerintah oleh Departemen Keuangan memicu keraguan terhadap kepercayaan, sementara yen Jepang menguat didukung oleh data inflasi.

Dolar Amerika Serikat mengalami tekanan pada grafik mingguan, pembelian kembali obligasi pemerintah oleh Departemen Keuangan memicu keraguan terhadap kepercayaan, sementara yen Jepang menguat didukung oleh data inflasi.

智通财经智通财经2026/08/21 09:46
Tampilkan aslinya
  1. Dollar Amerika Serikat melanjutkan tren pelemahan pada hari Jumat dan diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan, karena para investor khawatir langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menstabilkan pasar obligasi pada akhirnya dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar. Menteri Keuangan menyatakan kemungkinan memperluas skala pembelian kembali obligasi Amerika Serikat, namun pasar mengkhawatirkan upaya menekan imbal hasil jangka panjang justru dapat memindahkan tekanan ke dolar dan bidang lainnya.
  2. Euro sedikit menguat ke sekitar 1,1694 dolar Amerika Serikat dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut; Pound Inggris stabil di sekitar 1,3652 dolar Amerika Serikat, bertahan dekat level tertinggi sejak Mei. Indeks dolar Amerika Serikat bergerak di sekitar level terendah dalam tiga bulan, turun sekitar 0,94% sepanjang minggu ini.
  3. Analis menunjukkan bahwa bahkan sedikit indikasi terkait penekanan finansial dan kebijakan tidak konvensional sudah menjadi faktor negatif bagi dolar. Perkembangan terbaru semakin meningkatkan ketidakpastian prospek pasar valuta asing, sementara investor telah dihadapkan pada berbagai faktor seperti situasi geopolitik dan tren suku bunga, yang juga menciptakan suasana tegang menjelang simposium Jackson Hole minggu depan. Pasar akan mengamati dengan seksama pidato Ketua The Fed untuk mencari petunjuk kebijakan.
  4. Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat ke sekitar 158,81; inflasi inti Jepang bulan Juli yang meningkat memberikan lebih banyak alasan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Meski intervensi bersama oleh Amerika Serikat dan Jepang bulan lalu sempat mendukung yen, para investor percaya tanpa pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Japan, yen masih dapat kembali tertekan dan melemah.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!