Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Danantara Godok Skema Merger PTPP

Danantara Godok Skema Merger PTPP

Liputan6Liputan62026/08/21 03:21
Oleh:Liputan6
COO Danantara Dony Oskaria dan manajemen PT PP Tbk membahas skema merger dan restrukturisasi.

Liputan6.com, Jakarta -
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria ingin mempercepat proses merger dan restrukturisasi PT PP (Persero) Tbk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian masalah korporasi.

Merger dan restrukturisasi PTPP menjadi bagian pembenahan BUMN Karya. Dony menerangan, merger menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperkuat skala usaha, meningkatkan efisiensi, serta membangun struktur perusahaan yang lebih efektif.

"Perlu intens untuk restrukturisasi dan merger. Merger dulu, baru restrukturisasi. Kita merger-in saja," kata Dony mengutip keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Skema merger dan restrukturisasi itu dibahas Dony bersama jajaran manajemen PT PP. Dia menekankan proses transformasi PT PP perlu dilakukan secara tuntas dan tidak berlarut-larut.

"Kita harus tahu berapa yang harus di-absorb, berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya gak mau nanti ditunda-tundak,” tegas Kepala Badan Pengaturan BUMN ini.

Proses merger akan diawali dengan penataan kondisi keuangan PT PP secara menyeluruh. Penyesuaian dan koreksi terhadap laporan keuangan diperlukan untuk memastikan posisi perusahaan dapat dipetakan secara transparan sebelum masuk ke tahapan merger.

Kemudian, penataan akan dilanjutkan melalui restrukturisasi perusahaan. Langkah ini diarahkan agar PT PP dapat memiliki struktur bisnis yang lebih fokus dan mampu mengoptimalkan potensi pada bisnis inti yang memiliki prospek pertumbuhan.

 

Tingkatkan Skala Usaha

COO Danantara Dony Oskaria dan manajemen PT PP Tbk membahas skema merger dan restrukturisasi.

Dony memandang merger diharapkan dapat memperbesar skala perusahaan melalui penggabungan sumber daya, kapasitas, serta kompetensi yang dimiliki. Dengan skala yang lebih kuat, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional sekaligus memperkuat daya saing BUMN Karya.

Rangkaian transformasi tersebut akan dilakukan dengan pendekatan bisnis yang berbasis pada kondisi riil perusahaan. Penataan keuangan, merger, hingga restrukturisasi menjadi bagian dari upaya membangun fondasi perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui langkah yang dilakukan secara tuntas, PT PP diharapkan dapat memiliki struktur perusahaan yang lebih efisien dan fokus sehingga mampu mengoptimalkan potensi bisnis inti serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan.

 

BUMN Karya Timbun Utang

Danantara Godok Skema Merger PTPP, Tak Mau Penyelesaian Masalah Tertunda

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkap sederet masalah BUMN Karya. Mulai besarnya utang perusahaan, hingga anak-cucu usaha yang juga menghadapi masalah.

Hal tersebut menjadi tantangan dalam restrukturisasi BUMN sektor konstruksi yang tak kunjung selesai. Menurutnya, masalah-masalah tersebut yang perlu diselesaikan secara menyeluruh.

"Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah," kata Dony di Kompleks Parlemen, dikutip Rabu (19/8/2026).

Selesaikan Masalah Anak-Cucu BUMN

Dia mencatat, setiap BUMN karya punya anak-cucu usaha hingga 20 entitas. Belum lagi, proses penyelesaiannya harus dilakukan satu per satu. Sehingga proses pembenahan tata kelolanya memakan waktu yang tidak sebentar.

"Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan. Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu. Inilah yang memakan waktu," tegas dia.

Kepala Badan Pengaturan BUMN ini mengaku bisa saja mengambil cara instan, namun, ada dampak lain yang harus ditanggungnya. "Itu kan gampang saja, kita bisa mergerkan, kita pailitkan, dan sebagainya, tapi kan kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali. Inilah yang memakan waktu," beber dia.

 

Kejar Tahun Ini

Danantara Godok Skema Merger PTPP, Tak Mau Penyelesaian Masalah Tertunda

Dony menyampaikan pembenahan perlu dilakukan satu per satu agar masalah tersebut tak kembali muncul di kemudian hari.

"Masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu. Karena dampaknya itu kan ratusan triliun utangnya mereka. Ini yang total di antara perusahaan-perusahaan karya itu. Inilah yang pelan-pelan mesti dibereskan," jelas dia.

Dony belum bisa menargetkan seluruh masalah BUMN Karya rampung. Namun, BP BUMN dan Danantara sepakat untuk mengupayakan persoalannya selesai di penghujung 2026, tahun ini.

"Ini saya enggak bisa pastikan, karena berproses terus. Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai. Tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit. Teman-teman juga tentu tahu ada yang LRT, nanti ada lagi yang WIKA Realty, ada ini segala macam," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!