Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Serangkaian insiden penyerangan kapal dagang di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent naik ke level tertinggi dalam tiga minggu, premi risiko geopolitik kembali muncul.

Serangkaian insiden penyerangan kapal dagang di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent naik ke level tertinggi dalam tiga minggu, premi risiko geopolitik kembali muncul.

智通财经智通财经2026/08/19 09:31
Tampilkan aslinya
⑴ Otoritas maritim Inggris telah mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir tiga kapal yang melintasi Selat Hormuz diserang oleh benda asing yang tidak diketahui, menyebabkan dua korban jiwa. Seorang awak kapal di kapal bulk carrier berbendera Liberia tewas pada hari Senin. Asosiasi Pemilik Kapal Bulk Internasional menekankan bahwa para pelaut tidak boleh menjadi korban tambahan akibat konflik geopolitik. ⑵ Meskipun aksi permusuhan langsung antara Amerika Serikat dan Iran telah mereda dalam beberapa minggu terakhir, rangkaian serangan terhadap kapal telah sangat merusak kepercayaan pasar. Dalam sepekan terakhir, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik lebih dari tiga persen, dengan harga melampaui sembilan puluh satu dolar dan mencapai level tertinggi dalam tiga minggu. ⑶ Kepala negosiator Iran secara terbuka menegaskan bahwa Selat akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi persyaratan yang tercantum dalam perjanjian sementara bulan Juni, termasuk pencabutan blokade, penghapusan sanksi minyak, pembebasan aset, dan penghentian ancaman militer. Di sisi lain, Amerika Serikat bersikeras bahwa Selat terbuka dan ranjau telah dibersihkan, menunjukkan perbedaan posisi yang sangat tajam antara kedua pihak. ⑷ Variasi pada sisi pasokan terus meningkat; perusahaan minyak terbesar global minggu lalu telah melanjutkan pengisian minyak dari dalam Selat, namun volume lalu lintas reguler bulanan sekitar lima ratus juta barel telah menurun secara signifikan. Harga energi secara keseluruhan masih lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik, bahkan Amerika Serikat menyatakan akan mengajukan klaim hak wilayah atas Selat setelah perang berakhir. ⑸ Dengan berakhirnya perjanjian gencatan senjata tanpa perpanjangan, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terhenti, memicu penurunan lalu lintas di kawasan tersebut. Data PBB menunjukkan selama enam bulan konflik, tujuh belas pelaut telah tewas dan volume lalu lintas kapal menurun sekitar sembilan puluh persen; banyak kapal memilih menonaktifkan perangkat navigasi demi keselamatan. Ketidakpastian terhadap lalu lintas di Selat Hormuz kini kembali menjadi penentu utama sentimen pasar minyak.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!