Pertumbuhan ini menandakan tingginya aktivitas nasabah dalam memanfaatkan layanan BCA, baik untuk bepergian maupun memenuhi kewajiban mata uang asing seperti biaya pendidikan dan bisnis di luar negeri.
"Kami melihat tahun ini masih tumbuh cukup baik. Kami melihat masih ada 10%-11% pertumbuhan khususnya untuk masalah pertiketan ini. Pergi domestik maupun ke luar negeri masih cukup baik pertumbuhannya," kata Direktur BCA, Santoso dalam konferensi pers BCA Expo, Rabu (19/8/2026).
Advertisement
Santoso menjelaskan, penggunaan layanan valas BCA terus naik seiring beragamnya kebutuhan nasabah. Valas tidak lagi sebatas dipakai saat berlibur ke luar negeri, tetapi juga untuk keperluan dana pendidikan anak hingga pembayaran kewajiban bisnis internasional.
"Pocket valas kita senantiasa bertumbuh, terutama bukan hanya transaksi waktu pergi ke luar negeri, tetapi makin banyak juga customer kita yang menggunakan valas khususnya untuk anaknya sekolah di luar negeri atau untuk kewajiban-kewajiban lainnya ke luar negeri," ujarnya.
Efek Dinamika Nilai Tukar
Ia menambahkan, dinamika nilai tukar yang fluktuatif turut memicu nasabah untuk mengelola valas secara bertahap. Strategi menyicil pembelian valas saat kurs melandai menjadi pilihan favorit untuk menyiapkan kebutuhan dana di masa depan.
"Dengan kondisi dinamika valas yang naik turun, tentunya ada begitu banyak kesempatan buat customer kalau ada kewajiban di luar negeri pada waktu kursnya turun, dia menampung sedikit demi sedikit," lanjut Santoso.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menilai lonjakan transaksi traveling sebesar 10%–11% mencerminkan kuatnya minat jalan-jalan di masyarakat. Kendati demikian, BCA menyerahkan seluruh keputusan perjalanan kepada pertimbangan ekonomi tiap nasabah.
"Data menunjukkan masih growth 10%-11%. Double digit itu sebuah minat yang luar biasa, dan itu kita serahkan kepada customer kita dengan keputusan ekonominya masing-masing," ungkap Hera.
Advertisement
BCA Perkuat Layanan Valas
Hera menegaskan, BCA terus memperkuat layanan valas sebagai bentuk komitmen penyediaan sarana pembayaran (payment settlement) yang mempermudah nasabah.
"Nasabah yang memiliki kewajiban, misalkan anak kuliah di luar negeri atau punya kewajiban bisnis lainnya, sekarang sudah mulai bergeser ke valas. Kami sebagai payment settlement bank merasa perlu memberikan kemudahan itu," tambahnya.
Untuk mendukung kemudahan transaksi ini, BCA terus mengintegrasikan layanan valas ke dalam ekosistem digitalnya, salah satunya melalui aplikasi myBCA. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan preferensi nasabah sekaligus memperkuat loyalitas mereka di dalam ekosistem BCA.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6




