Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

Liputan6Liputan62026/08/18 03:06
Oleh:Liputan6
Petugas menunjukkan sampel logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -
Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk ( Antam) menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Hari ini, harga emas Antam naik sebesar Rp 18.000, melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin kemarin.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.695.000 per gram. Sementara pada perdagangan sebelumnya, harga emas berada di posisi Rp 2.677.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga buyback (beli kembali) dengan nominal yang lebih tinggi. Harga buyback emas Antam hari ini naik Rp 25.000 menjadi Rp 2.555.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan pemilik emas jika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Sedangkan harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 1.397.500
  • 1 gram: Rp 2.695.000
  • 2 gram: Rp 5.330.000
  • 3 gram: Rp 7.970.000
  • 5 gram: Rp 13.250.000
  • 10 gram: Rp 26.445.000
  • 25 gram: Rp 65.987.000
  • 50 gram: Rp 131.895.000
  • 100 gram: Rp 263.712.000
  • 250 gram: Rp 659.015.000
  • 500 gram: Rp 1.317.820.000
  • 1.000 gram: Rp 2.635.600.000.

Seluruh informasi harga mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin, didukung pelemahan dolar AS dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Investor juga masih mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Selasa (18/8/2026), harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 4.413,93 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,8% dan ditutup pada level US$ 4.473,70 per ounce.

Kepala analis Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar emas tampaknya mulai memperhitungkan kondisi stagflasi. Situasi tersebut ditandai dengan melemahnya pasar tenaga kerja, sementara The Fed diperkirakan masih dapat menoleransi tingkat inflasi saat ini.

“Pasar emas tampaknya mulai memperhitungkan kondisi stagflasi, dengan melemahnya pasar tenaga kerja dan ekspektasi bahwa The Fed akan menoleransi tingkat inflasi saat ini,” kata Bart Melek.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang menopang harga emas adalah pelemahan dolar AS.

“Faktor besar di sini adalah dolar AS telah melemah ke level 100 yang secara psikologis penting,” tambah dia.

Dolar AS tercatat melemah ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang selain dolar AS.

Peluang Kenaikan Bunga The Fed

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga semakin berkurang setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Selain itu, data inflasi konsumen AS juga menunjukkan tekanan yang relatif terkendali.

Investor kini menantikan risalah rapat The Fed pada Juli yang akan dirilis pada Rabu. Risalah tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September hanya sebesar 33%. Angka tersebut turun dari 51,2% sebulan sebelumnya.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung diuntungkan ketika suku bunga turun. Pasalnya, kondisi tersebut mengurangi biaya peluang bagi investor untuk memegang emas batangan dibandingkan aset berbunga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!