Media asing: Ross Gerber mengatakan emas lebih mudah digunakan daripada bitcoin
Menurut laporan media asing, penasihat investasi Ross Gerber baru-baru ini kembali mempertanyakan kegunaan nyata Bitcoin. Ia menyatakan bahwa selama bertahun-tahun industri kripto menekankan prospek pembayaran global dan sistem moneter, tetapi dalam skenario transaksi sehari-hari, kegunaan Bitcoin tetap terbatas, bahkan di banyak tempat emas lebih mudah digunakan.
Stablecoin dianggap sebagai salah satu contoh penerapan yang sedikit
Gerber menyampaikan pernyataan tersebut di platform X saat menanggapi diskusi tentang skenario penggunaan Bitcoin. Ia mempertanyakan, produk apa saja yang benar-benar memiliki nilai jelas yang telah dibangun oleh industri kripto selama ini. Menurutnya, stablecoin adalah salah satu contoh yang bisa disebut, tetapi jika suatu sistem mata uang sulit digunakan langsung untuk pembayaran sehari-hari, maka fungsinya akan terbatas.
Berdasarkan hal itu, ia memusatkan kritik pada Bitcoin, menyatakan bahwa narasi jangka panjang yang dibangun seputar Bitcoin masih cukup jauh dari pengalaman penggunaan nyata oleh pengguna biasa.
Perpindahan perusahaan penambangan ke komputasi AI menimbulkan kekhawatiran
Gerber juga menyoroti industri penambangan Bitcoin. Ia menyebutkan bahwa beberapa perusahaan penambangan besar semakin banyak berinvestasi pada infrastruktur AI dan menjual daya komputasi untuk menangani beban kerja AI, bukan hanya berekspansi di penambangan kripto saja.
Menurutnya, penggunaan GPU di bidang kecerdasan buatan semakin menonjol, yang berarti sebagian sumber daya komputasi yang sebelumnya terkait dengan penambangan kripto kini mengalir ke industri AI. Berdasarkan penilaian ini, sebagian narasi industri yang selama ini menjadi andalan Bitcoin mulai melemah.
- Gerber menilai kebutuhan AI terhadap daya komputasi berkinerja tinggi jauh lebih besar
- Sebagian perusahaan penambangan telah memperluas fokus bisnis mereka ke infrastruktur AI
- Perubahan ini melemahkan logika lama bahwa "daya komputasi hanya melayani Bitcoin"
Pernah mengkritik Strategy karena menjual Bitcoin
Ini bukan pertama kalinya Gerber secara terbuka menyampaikan keraguannya terhadap Bitcoin. Menurut laporan, ia sebelumnya juga pernah mengkritik Michael Saylor dan Strategy karena menjual Bitcoin, yang menurutnya dapat melemahkan kepercayaan investor.
Berdasarkan ulasan dalam artikel, Strategy pernah menjual 32 Bitcoin pada April tahun ini, bernilai sekitar 2,5 juta dolar AS dengan harga saat itu. Ini adalah pertama kalinya perusahaan tersebut melepas Bitcoin sejak akhir 2022 dan karena itu menarik perhatian pasar.
Gerber pernah mengungkapkan bahwa dirinya membeli Bitcoin saat harganya sekitar 400 dolar AS, dan juga menyebutkan bahwa ia mendapatkan imbal hasil yang besar dengan investasi awalnya di Tesla dan Nvidia. Media asing menilai, penilaian inti Gerber saat ini bukan sekadar pada fluktuasi harga, melainkan fokus pada pertanyaan yang lebih mendasar: jika Bitcoin masih belum cukup mudah digunakan sebagai alat pembayaran nyata dan sumber daya komputasi yang terkait terus mengalir ke AI, maka narasi investasi jangka panjangnya akan semakin dipertanyakan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
"Uang pun tak bisa membeli"! Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan semakin parah, Indium Fosfat mengalami lonjakan harga terbesar dalam sejarah
Lonjakan permintaan daya komputasi AI mendorong kekurangan serius antara pasokan dan permintaan untuk substrat Indium Phosphide (InP) dan wafer epitaksial, dengan kenaikan harga di kuartal keempat diperkirakan akan melebihi 10%, menjadi lonjakan terbesar dalam satu waktu dalam sejarah, setelah mengalami beberapa putaran kenaikan harga berturut-turut. Keterbatasan kapasitas produksi substrat hulu sulit untuk segera diatasi, sehingga ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan sulit terselesaikan dalam waktu dekat. Pemasok secara langsung menyatakan bahwa meskipun perusahaan bersedia membayar lebih tinggi, belum tentu bisa mendapatkan pasokan.
Brian Armstrong mengatakan Bitcoin akan menjadi mata uang cadangan global
Pertemuan SEC gagal membuat kemajuan, industri kripto menghadapi ketidakpastian
