• Quantum Solutions telah memperluas program penjualan Ethereum mereka untuk mendanai infrastruktur AI alih-alih mempertahankan cadangan crypto.
  • Perusahaan menjual lagi 1.000 ETH dan kini dapat melepas hingga 4.375 ETH berdasarkan kebijakan yang telah direvisi.
  • Mayoritas kepemilikan Ethereum yang tersisa dijaminkan sebagai agunan pinjaman, membatasi fleksibilitas penjualan di masa depan.
    Langkah ini mencerminkan pergeseran strategis dari pengelolaan kas ke pendanaan aset operasional jangka panjang.

Perusahaan teknologi Jepang mengatakan bahwa dewan direksi telah meningkatkan jumlah maksimum Ethereum yang diizinkan untuk dijual dari 1.875 ETH menjadi 4.375 ETH, sementara anak perusahaan GPT Pals Studio menjual tambahan 1.000 ETH pada 30 Juli.

Hasil penjualan akan membantu mendanai bisnis AI Infrastructure Data Center (AIDC) perusahaan.

Strategi Kas Beralih dari Menyimpan ETH ke Pendanaan AI

Transaksi terbaru ini melanjutkan strategi pendanaan yang diumumkan pada bulan Juni, saat Quantum Solutions pertama kali mengungkapkan rencana untuk menjual sebagian kas Ethereum mereka guna membiayai peluncuran bisnis infrastruktur AI-nya.

Perusahaan mengatakan otorisasi tambahan disetujui untuk memberikan fleksibilitas lebih besar seiring berkembangnya kebutuhan belanja selama pelaksanaan proyek. Manajemen menekankan bahwa kenaikan batas penjualan bukan berarti komitmen untuk segera melepas seluruh jumlah, dengan transaksi selanjutnya bergantung pada kondisi pasar, harga Ethereum dan kebutuhan modal.

Status & Detail Metrik Kas
Maksimum penjualan ETH yang diizinkan 4.375 ETH
ETH yang dijual sejak Juni 1.904 ETH
Transaksi terbaru 1.000 ETH
Sisa kepemilikan ETH 4.764,8 ETH
ETH yang dijaminkan sebagai agunan 3.050 ETH
ETH yang tidak dijaminkan 1.714,8 ETH
Penggunaan utama hasil penjualan Nvidia B300 dan infrastruktur AI GB300 

Agunan Membatasi Jumlah Ethereum yang Bisa Dimonetisasi

Walaupun Quantum Solutions masih memiliki hampir 4.800 ETH, sebagian besar kas tersebut sudah terkait dengan perjanjian pendanaan.

Perusahaan mengungkapkan bahwa 3.050 ETH tetap dijaminkan sebagai agunan dalam fasilitas pinjaman yang ada dengan penyedia jasa keuangan berbasis di Singapura, menyisakan sekitar 1.715 ETH yang tersedia di luar struktur agunan.

Meskipun penjualan tambahan masih memungkinkan berdasarkan otorisasi yang direvisi, posisi agunan membatasi jumlah Ethereum yang dapat segera dikonversi menjadi uang tunai tanpa adanya perubahan dalam pengaturan pendanaan perusahaan.

Penjualan terbaru menghasilkan sekitar $1,9 juta setelah biaya transaksi. Karena harga pelepasan sebesar $1.903 per ETH lebih rendah dari nilai tercatat yang ditentukan dalam penilaian mark-to-market terbaru perusahaan, Quantum Solutions memperkirakan akan mencatat kerugian akuntansi sekitar JPY 17 juta pada kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir Februari 2027. Beban ini merupakan perlakuan akuntansi, bukan arus kas operasional, karena hasil penjualan tetap tersedia untuk mendanai proyek AI.

Pertaruhan Alokasi Modal pada AI, Bukan Hanya Kenaikan Nilai Crypto

Transaksi ini lebih dari sekadar penyeimbangan kas rutin. Ini mencerminkan keputusan untuk menukar aset digital yang likuid dengan infrastruktur komputasi fisik yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan operasional di masa depan.

Pengorbanan ini membawa peluang sekaligus risiko. Ethereum tetap merupakan aset yang bergejolak dan nilainya bisa meningkat jika pasar cryptocurrency menguat, sementara perangkat keras AI berkinerja tinggi umumnya akan menyusut nilainya karena munculnya generasi GPU yang lebih canggih. Quantum Solutions secara efektif bertaruh bahwa hasil bisnis infrastruktur AI mereka akan melebihi potensi keuntungan yang seharusnya didapatkan jika terus mempertahankan kas Ethereum yang lebih besar.

Penjualan di masa depan diperkirakan akan bergantung pada kecepatan peluncuran data center AI serta kondisi pasar cryptocurrency dan perangkat keras secara umum, sehingga pelaksanaan strategi infrastruktur menjadi sama pentingnya bagi investor seperti halnya besaran kepemilikan aset digital perusahaan yang tersisa.