Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Yen jatuh ke titik terendah dalam 40 tahun, kredibilitas kebijakan Jepang menghadapi ujian

Yen jatuh ke titik terendah dalam 40 tahun, kredibilitas kebijakan Jepang menghadapi ujian

智通财经智通财经2026/07/23 03:41
Tampilkan aslinya
```html1. Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang baru-baru ini menembus batas 163, untuk pertama kalinya sejak tahun 1986. Penyebab utama melemahnya yen adalah penguatan dolar AS—gelombang kedua guncangan energi global membangkitkan kembali kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS, sehingga sebagian besar mata uang utama mengalami depresiasi terhadap dolar. Namun Jepang menjadi lebih rentan, karena sekitar 90% kebutuhan energinya bergantung pada impor, dengan 95% berasal dari kawasan Timur Tengah.2. Hal yang lebih mengkhawatirkan pasar, meskipun harga minyak internasional jatuh sebesar 45% pada bulan Mei dan Juni, yen tetap tidak mendapatkan dorongan. Kebijakan dari Tokyo yang tampaknya menguntungkan yen—seperti mendorong dana pensiun untuk berinvestasi pada aset keuangan domestik—juga tidak mampu membalikkan tren yen yang melemah. Kementerian Keuangan Jepang telah berkali-kali melakukan intervensi di pasar valuta asing sejak tahun 2022, dengan total dana sekitar 215 miliar dolar AS, namun hanya berhasil membeli waktu dan gagal memulihkan yen secara berkelanjutan.3. Jepang tampaknya terjebak dalam dilema kebijakan: kebijakan fiskal terlalu longgar, pengetatan kebijakan moneter kurang kuat, serta hubungan antara otoritas fiskal dan moneter terlalu erat, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral Jepang. Pemerintahan Sanae Takaichi belum menjelaskan secara jelas bagaimana pengumpulan dana untuk mewujudkan rencana investasi publik dan swasta senilai 370 triliun yen, sehingga kekhawatiran ini mendorong imbal hasil obligasi 10 tahun naik ke level tertinggi baru 2,90% dalam 30 tahun terakhir.4. Meski bank sentral Jepang telah menaikkan suku bunga acuan ke level 1% untuk pertama kalinya dalam 31 tahun, tetap saja masih lebih rendah dibandingkan negara G10 lainnya, dan suku bunga riil masih berada di zona negatif yang dalam. Selisih imbal hasil antara obligasi pemerintah dua tahun AS dan Jepang telah melebar menjadi 285 basis poin, sebagian karena pasar memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali sebelum kuartal pertama tahun depan. Seorang peneliti senior dari Brookings Institution menunjukkan bahwa tanpa pembelian obligasi terus-menerus oleh bank sentral Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang kemungkinan sudah mencapai dua digit.5. Tokyo tampaknya tidak memiliki keinginan politik untuk menyelesaikan masalah tersebut secara mendasar. Efektivitas intervensi semakin menurun, menandakan pasar mengirimkan pesan bahwa ada sesuatu yang harus berubah. Meskipun baru-baru ini konflik antara AS dan Iran semakin panas dan menaikkan harga minyak, selisih imbal hasil AS-Jepang semakin melebar—faktor eksternal yang menambah tekanan pada yen—namun pada akhirnya nasib yen tetap berada di tangan Tokyo, dan kesabaran investor terhadap para pembuat kebijakan Jepang semakin menipis.```
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!