SEC mencapai penyelesaian dengan sebuah bursa terkait gugatan era Gensler
Odaily melaporkan bahwa SEC Amerika Serikat dan sebuah bursa telah mencapai kesepakatan pada hari Rabu, mengakhiri sengketa hukum selama bertahun-tahun terkait cara penanganan permintaan catatan pada masa Gensler.
Berdasarkan dokumen pengadilan, SEC setuju untuk membayar biaya hukum sebesar 150 ribu dolar kepada History Associates, serta melepaskan dua dokumen yang sebelumnya ditahan. Selain itu, SEC akan meninjau sistem manajemen catatannya, termasuk metode pelestarian komunikasi seperti pesan teks.
Kasus ini bermula ketika sebuah bursa pada tahun 2024, melalui perusahaan konsultan History Associates, secara terpisah menggugat SEC dan FDIC, menuduh kedua regulator tidak mematuhi permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA). Bursa tersebut menyatakan bahwa permintaan catatan ini terkait apakah regulator mencoba memutus hubungan industri kripto dengan sistem perbankan.
Kepala bagian hukum bursa tersebut, Paul Grewal, dalam kolom The Wall Street Journal menyebut mantan Ketua SEC, Gary Gensler, pernah melancarkan "kampanye litigasi" terhadap industri kripto. Selama masa Gensler, SEC pernah menggugat bursa dan beberapa perusahaan kripto lainnya atas tuduhan tidak mematuhi persyaratan pendaftaran sekuritas federal.
Grewal menyatakan bahwa kesepakatan ini memiliki dampak jangka panjang, karena FDIC dan SEC sedang menulis ulang praktik pengungkapan dan pelestarian catatan, yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi regulasi, sekaligus membatasi perluasan kewenangan regulator secara berlebihan di masa depan secara tertutup.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Google (GOOGL.US) membeli data Spirit Airlines yang bangkrut senilai jutaan dolar: 100 juta email dan 500 juta catatan Teams akan menjadi bahan pelatihan AI
Google baru-baru ini memenangkan lelang kebangkrutan dan berhasil mendapatkan sejumlah besar data komersial yang sudah dianonimkan, kode perangkat lunak, serta catatan operasional milik Spirit Aviation Holdings Inc., maskapai penerbangan berbiaya rendah yang telah berhenti beroperasi. Google menyatakan akan memanfaatkan aset-aset ini untuk lebih mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatannya (AI).

SMTC dan MRVL mendapatkan rekomendasi "beli" dari UBS menjelang laporan keuangan: optimis terhadap potensi AI dalam jangka panjang
SMTC.US dan MRVL.US akan masing-masing mengumumkan hasil kuartal mereka pada 25 Agustus dan 27 Agustus.

