Obligasi pemerintah Jepang awalnya melemah lalu menguat, lelang obligasi jangka sangat panjang menunjukkan ketahanan, ekspektasi pembelian obligasi oleh bank sentral mempengaruhi sentimen perdagangan akhir.
⑴ Kontrak berjangka obligasi pemerintah Jepang mengalami tekanan pada sesi pagi hari Selasa, dibuka turun 24 tick dibanding hari sebelumnya di 127.45, terutama tertekan oleh kenaikan harga minyak dan pelemahan yen, dengan mayoritas perdagangan berada dalam kisaran sempit 127.42 hingga 127.53 selama sesi. ⑵ Pada awal perdagangan pasar obligasi, kurva imbal hasil menjadi lebih curam, imbal hasil obligasi tenor 5 tahun naik 2 basis poin ke 1,96%, dan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin ke 2,745%, kemudian imbal hasil 10 tahun bergerak di kisaran sangat sempit 2,74% hingga 2,745%. ⑶ Hasil lelang tambahan obligasi tenor 40 tahun yang digelar hari itu menunjukkan hasil yang baik, dengan tingkat hasil akhir di 3,884%, sekitar 1 basis poin lebih rendah dari level tengah hari, dan rasio penawaran mencapai 2,88, tertinggi sejak Maret 2025, menunjukkan bahwa permintaan penempatan di tenor sangat panjang masih tetap kuat. ⑷ Namun, hasil lelang tersebut tidak mampu secara efektif mendongkrak pasar, imbal hasil tenor 10 tahun meningkat lebih lanjut ke 2,75% setelah pengumuman hasil, sedangkan imbal hasil obligasi 40 tahun sempat naik ke 3,91%, dan kontrak berjangka turun ke titik terendah harian 127.39 pada sesi siang. ⑸ Di akhir sesi, terjadi perubahan sentimen pasar, kontrak berjangka melonjak tajam dalam 30 menit terakhir dan ditutup di 127.54, terutama didukung oleh ekspektasi operasi pembelian obligasi reguler oleh Bank of Japan yang akan dilakukan besok, imbal hasil tenor 10 tahun turun ke 2,735%, sementara tenor sangat panjang juga turun secara bersamaan. ⑹ Dalam hal aliran dana, terdengar bahwa regional account melakukan pembelian pada instrumen tenor pendek hingga menengah saat harga turun, lelang 40 tahun menarik partisipasi dari overseas account dan institusi asuransi jiwa, sementara sebuah dana pensiun membeli obligasi 40 tahun non-new issuance. ⑺ Dari sisi transaksi, terdapat rumor bahwa sebuah bank besar Jepang minggu lalu menjadi pembeli utama dalam lelang obligasi tenor 20 tahun, namun pada saat yang sama membayar suku bunga swap tenor pendek, dan kemarin menjual obligasi tenor 5 tahun, kemungkinan untuk membentuk posisi flattening pada kurva, posisi tersebut saat ini diuntungkan oleh laporan Bloomberg tentang pejabat bank sentral yang terbuka untuk mempercepat kenaikan suku bunga, di mana imbal hasil tenor 5 tahun pada akhir sesi naik 5,5 basis poin dibanding hari sebelumnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!