Goldman Sachs secara signifikan menaikkan perkiraan harga emas menjadi $4.900; gelombang pembelian emas oleh bank sentral membentuk kembali pola permintaan dan penawaran, koreksi adalah peluang untuk membeli.
⑴ Goldman Sachs dalam laporan riset terbarunya secara signifikan menaikkan prediksi harga emas, memperkirakan harga emas akan mencapai 4.900 dolar AS per ons sebelum akhir 2026. Logika utamanya adalah aksi pembelian emas oleh bank sentral global yang bersifat sistemik dan belum pernah terjadi sebelumnya, yang dipandang sebagai perubahan struktural jangka panjang, bukan penyesuaian taktis jangka pendek. ⑵ Data menunjukkan bahwa pada bulan Mei, otoritas moneter global menambah cadangan emas sebanyak 81 ton, di mana People's Bank of China membeli 48 ton dan menyumbang hampir 60% dari total, dengan laju pembelian emas bulanan berdasarkan rata-rata tiga bulan mencapai 67 ton. Angka ini hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan 17 ton sebelum tahun 2022, dan perubahan strategi manajemen cadangan oleh bank sentral pasar berkembang menjadi penopang utama harga. ⑶ Analis Goldman Sachs menunjukkan bahwa gelombang pembelian emas kali ini dipicu oleh keputusan Barat pada tahun 2022 untuk membekukan cadangan devisa Rusia, yang mendorong negara-negara untuk mengevaluasi kembali keamanan aset cadangan mereka. Kekhawatiran terhadap de-dolarisasi dan keberlanjutan utang negara Barat menjadi pertimbangan utama naiknya proporsi emas dalam cadangan devisa. ⑷ Meskipun saat ini ekspektasi pasar terhadap kebijakan agresif The Fed memberikan tekanan jangka pendek pada harga emas, dan terjadi arus keluar di ETF sensitif suku bunga, tim ekonomi Goldman Sachs menilai tidak akan ada kenaikan suku bunga nyata tahun ini. Angin sakal ini diyakini hanya bersifat sementara. Institusi memprediksi rata-rata pembelian emas bulanan sekitar 50 ton pada 2026 dan turun menjadi 40 ton pada 2027. Permintaan berkelanjutan akan tetap memberi dasar yang kuat bagi pasar. ⑸ Proporsi alokasi emas dalam portofolio investasi pribadi masih jauh di bawah rata-rata historis. Begitu ketidakpastian geopolitik meningkat atau proses diversifikasi cadangan berjalan lebih cepat, dana ritel maupun institusi diperkirakan akan masuk besar-besaran. Dengan berbagai faktor yang saling memperkuat, Goldman Sachs menilai emas telah memasuki siklus bull market yang berkelanjutan, dan koreksi jangka pendek justru menyediakan peluang untuk penataan strategi jangka menengah hingga panjang.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!