Mitsubishi UFJ: Konflik di Timur Tengah berpotensi terselesaikan, harga minyak sulit kembali ke puncak, mata uang Asia mungkin akan mendapat manfaat
智通财经2026/07/21 02:06- Michael Wan, Analis Senior Valas dari Mitsubishi UFJ, dalam laporan risetnya menyatakan bahwa penyelesaian konflik Timur Tengah masih merupakan skenario yang masuk akal, karena baru-baru ini terdapat indikasi bahwa negosiasi di balik layar masih berlangsung, termasuk melalui komunikator mediator.
- Mengingat pemilihan paruh waktu Amerika Serikat semakin dekat dan cadangan amunisi militer AS terbatas, harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke level tinggi seperti pada awal konflik.
- Jika asumsi di atas terbukti, mata uang Asia yang sensitif terhadap harga minyak (seperti Rupee India dan Peso Filipina) memiliki ruang apresiasi tertentu; saat ini, nilai tukar Dolar AS terhadap Peso Filipina stabil di level 61,672, dan Dolar AS terhadap Baht Thailand naik tipis 0,1% menjadi 33,65.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mengucapkan selamat tinggal pada kegelisahan "devaluasi daya komputasi"! Generasi lama GPU dari penyedia cloud baru berpeluang bertahan hingga tahun 2029. Bank of America Securities tetap memberikan peringkat "beli" untuk CoreWeave (CRWV.US) dan Nebius (NBIS.US).
Bank of America Securities menyatakan bahwa laporan keuangan terbaru dari CoreWeave (CRWV.US) dan Nebius (NBIS.US) menunjukkan bahwa industri layanan cloud baru (Neocloud) sedang memperoleh manfaat dari "dinamika harga yang semakin menguntungkan".

Pergerakan pasar saham AS | Saham konsep chip penyimpanan naik secara umum, Sandisk (SNDK.US) naik 6%
Pada hari Senin, saham konsep chip penyimpanan mengalami kenaikan secara umum, dengan Sandisk (SNDK.US) naik 6%.

AstraZeneca (AZN.US)/Daiichi Sankyo ADC berhasil dalam penelitian fase III pengobatan lini pertama kanker paru-paru
Pada 17 Agustus, AstraZeneca (AZN.US) dan Daiichi Sankyo bersama-sama mengumumkan bahwa studi fase III DESTINY-Lung04 yang mengevaluasi monoterapi Enhertu (Trastuzumab Deruxtecan) sebagai lini pertama pengobatan untuk kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) telah mencapai hasil positif tingkat tinggi.
