Analisis: Tiga raksasa chip memori mengalami aksi jual, tetapi valuasi rendah Samsung mungkin menjadi pilihan baru bagi para investor
Pasar khawatir bahwa kemakmuran chip memori yang saat ini didorong oleh permintaan artificial intelligence dapat melambat dalam beberapa tahun ke depan, mengulangi pola "ekspansi—kelebihan—penurunan" yang biasa terjadi di industri siklus masa lalu.
Para analis menunjukkan bahwa investor yang memilih masuk ke bidang chip memori pada tahap ini perlu percaya bahwa pertumbuhan permintaan penyimpanan yang didorong oleh AI dapat berlanjut dan mampu bertahan terhadap risiko akibat fluktuasi siklus industri.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Google (GOOGL.US) membeli data Spirit Airlines yang bangkrut senilai jutaan dolar: 100 juta email dan 500 juta catatan Teams akan menjadi bahan pelatihan AI
Google baru-baru ini memenangkan lelang kebangkrutan dan berhasil mendapatkan sejumlah besar data komersial yang sudah dianonimkan, kode perangkat lunak, serta catatan operasional milik Spirit Aviation Holdings Inc., maskapai penerbangan berbiaya rendah yang telah berhenti beroperasi. Google menyatakan akan memanfaatkan aset-aset ini untuk lebih mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatannya (AI).

SMTC dan MRVL mendapatkan rekomendasi "beli" dari UBS menjelang laporan keuangan: optimis terhadap potensi AI dalam jangka panjang
SMTC.US dan MRVL.US akan masing-masing mengumumkan hasil kuartal mereka pada 25 Agustus dan 27 Agustus.

