Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Pipa pengganti tidak dapat mengatasi masalah mendesak, Iran menyatakan "tidak ada yang boleh mengekspor".

Pipa pengganti tidak dapat mengatasi masalah mendesak, Iran menyatakan "tidak ada yang boleh mengekspor".

智通财经智通财经2026/07/17 10:11
Tampilkan aslinya
⑴ Dengan meningkatnya eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz, negara-negara penghasil minyak di Teluk semakin mempercepat pencarian jalur ekspor alternatif, tetapi kapasitas maksimum pipa alternatif yang ada hanya sekitar beberapa juta barel per hari, yang jauh dari cukup untuk menutupi kekurangan arus normal di selat tersebut.⑵ Iran telah secara jelas memasukkan infrastruktur energi alternatif di wilayah Teluk dalam cakupan deterrence-nya, dengan pipa minyak timur-barat milik Saudi dan pipa minyak Abu Dhabi milik Uni Emirat Arab menghadapi potensi ancaman. Para analis memperingatkan bahwa tujuan Teheran sangat jelas: semua negara penghasil minyak dapat melakukan ekspor, atau tidak ada yang bisa mengirimkan minyak sama sekali.⑶ Pemulihan lalu lintas akibat gencatan senjata singkat pada bulan Juni telah benar-benar berbalik, lalu lintas di selat saat ini menurun drastis. Amerika Serikat kembali mengaktifkan blokade pelabuhan Iran dan mencabut pengecualian sanksi, sementara Iran menunjukkan kontrol dominan atas jalur kritis ini melalui serangan kapal perang, serangan drone, dan penempatan ranjau laut.⑷ Proyek pembangunan pipa baru memakan waktu lama dan biaya besar, bahkan jika sudah beroperasi pun masih menghadapi risiko baru dari arah Laut Merah di Selat Bab el-Mandeb, di mana kelompok Houthi dari Yaman memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di kawasan tersebut. Rute mengelilingi Tanjung Harapan juga akan secara signifikan meningkatkan biaya dan waktu pengiriman.⑸ Uni Emirat Arab memanfaatkan kapasitas pipa alternatif di pantai timur untuk memperluas pelabuhan dan terminal kontainer secara aktif. Saudi juga memiliki redundansi rute alternatif tertentu, namun negara penghasil minyak lain seperti Irak dan Kuwait yang sangat bergantung pada selat hampir tidak memiliki rencana cadangan, sehingga konfigurasi ekspor energi kawasan ini menghadapi restrukturisasi besar.⑹ Iran meningkatkan biaya ekonomi bagi intervensi militer AS dengan menciptakan bottleneck transportasi, sementara negara-negara penghasil minyak di Teluk terjebak dilema antara perluasan pipa dan keamanan jalur pelayaran. Dalam jangka pendek, perebutan hak lalu lintas di selat masih akan mendominasi pergerakan harga minyak, dan tidak ada pihak yang bisa memperoleh keuntungan mutlak tanpa mengorbankan hal yang setara.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!